oleh

33 Pegiat Kampung Tematik Kota Tangerang Diuji Kompetensi

BANTENPRO, TANGERANG – Sebanyak 33 orang pegiat kampung tematik di Kota Tangerang mengikuti uji kompetensi profesi, Minggu (08/11/2020). Uji kompetensi yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Tangerang bekerjasama dengan Badan Sertifikasi Nasional Profesi (BSNP) itu berlangsung di Balai Warga Cluster Asia Kompleks Green Lake City Cipondoh, Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah hadir dalam acara ujian tersebut. Dia mengapresiasi semangat dan kreativitas pegiat kampung tematik dengan mengikuti program sertifikasi sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

“Pemerintah Kota Tangerang akan senantiasa hadir di tengah-tengah warga, memenuhi kebutuhan warga Kota Tangerang. Pemkot Tangerang akan merasa malu jika tidak bisa melakukan hal ini,” kata Arief.

Berbagai fasilitas terus dipenuhi baik di sektor pendidikan atau pun kesehatan. Semua pendidikan dibiayai baik yang negeri maupun swasta.

Kesehatan pun dibiayai, anak jalanan terus didata untuk diketahui tinggal di mana dan siapa orang tuanya agar bisa dicari pola penangan masaalahnya.

Menurut Arief fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota Tangerang saat ini sudah jauh lebih baik di banding tahun-tahun sebelumnya. Warga juga dipersilakan membandingkannya dengan fasilitas di kota dan kabupaten lain di Provinsi Banten.

Sementara, salah seorang asesor dari BNSP, Bagoes, menginfiormasikan bahwa sertifikasi profesi ini baru kali pertama diikuti oleh pegiat kampung tematik. Itu artinya uji sertifikasi profesi ini baru pertama digelar di Indonesia.

Deputi Pemberdayaan Keluarga dan Perlindungan Anak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dr. Marwan Syaukani menyatakan, setelah dilakukan peninjauan pihaknya di lokasi, kementeriannya akan mendorong program sertifikasi profesi ini menjadi percontohan program nasional.

Fasilitator Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang Caryo kepada Bantenpro.id mengatakan, pihaknya berharap kepada para pegiat kampung tematik tidak hanya berpikir untuk usaha pribadi, tapi juga harus dapat melihat dan membantu warga lainnya yang kurang beruntung.

“Hal ini bertujuan agar kampung tempat tinggalnya dapat segera berubah ke arah yang lebih baik sesuai harapan Pak Wali,” katanya. (mst/bpro)