oleh

Anis Matta Berharap Kepulangan Habib Rizieq Akhiri Konflik Politik

BANTENPRO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta berharap kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjadi momentum terjadinya rekonsiliasi nasional dan mengakhiri pembelahan di masyarakat akibat konflik politik selama masa enam tahun terakhir ini.

“Mudah mudahan kedatangan beliau akan menjadi momentum rekonsiliasi kita sebagai bangsa”, papar Anis seperti dikutip Bantenpro.id dari situs resmi Partai Gelora, Rabu (11/11/2020).

Anis Matta meminta pemerintah menjadi pengayom rakyat dan menyambut kedatangan Habib Rizieq secara terbuka serta melakukan dialog tentang bagaimana arah masa depan bangsa ini ke depan dengan Imam Besar FPI tersebut.

“Mudah-mudahan pemerintah sebagai pengayom warga mau menyambut kedatangan beliau dan mau melakukan dialog mendalam dengan beliau agar kita segera bisa sampai pada kesepakatan rekonsiliasi yang kuat,” harap Anis.

Anis Matta meminta semua pihak mengakhiri pembelahan di masyarakat dan melakukan rekonsolisasi nasional, karena semua berada dalam kapal yang sama, yakni Indonesia.

Lebih baik menurutnya, saat ini fokus bersama-sama membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang krisis berlarut secara global dan Indonesia, hingga menyebabkan resesi dunia.

“Kita berada di kapal yang sama, menghadapi badai yang sama. Semoga dengan rekonsiliasi, Allah SWT memberikan kita jalan keluar dari krisis yang sedang kita hadapi bersama,” katanya.

Anis Matta mengaku senang, Habib Rizieq akhirnya bisa pulang ke Tanah Air, setelah lama bermukim di Madinah, Arab Saudi. Anis Matta sendiri mengucap syukur kehadirat Allah SWT, setelah diketahui Habib Rizieq tiba dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta 10 November kemarin.

Anis mengapresiasi semangat seluruh warga yang menyambut Habib Rizieq Shihab dengan suka cita. Sebagaimana diketahui, ratusan ribu masyarakat yang terdiri dari berbagai ormas hadir ke Bandara Soekarno Hatta menyambut kedatangan Imam Besar FPI tersebut. (bpro)