oleh

Jalan KS Tubun Dilapis Beton, Lalu Lintas Dialihkan

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Selama 10 hari ke depan terhitung mulai Senin (16/11/2020), Jalan KS Tubun Kota Tangerang tak bisa dilintasi dengan normal. Arus kendaraan dialihkan untuk kepentingan pengerjaan peningkatan jalan tersebut.

Rute yang dialihkan yakni dari arah Jalan M Toha Pasar Baru ke Jalan Sangego dibelokkan menuju Jalan Daan Mogot – Jalan Sitanala – Jalan Pintu Air Sepuluh – Jalan Sangego. Sedangkan dari arah Jalan Sangego menuju Jalan KS Tubun lewat depan Gedung Cisadane, tetap dapat melintasi ruas sebelah kiri jalan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan,” kata Kepala Bidang Operasional Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Tangerang Agus Tholib kepada Bantenpro.id di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020).

Menurut Agus, Jalan KS Tubun nantinya akan dibeton untuk meningkatkan kualitas jalan. Peningkatan jalan ini sebenarnya sudah direncanakan akan dikerjakan sejak awal tahun ini. Namun karena pandemi Covid-19, pengerjaannya tertunda.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Tangerang Amir Hamzah menambahkan , penundaan pengerjaan disebabkan karena anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan jalan ini dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Jadi ini rencana dari awal 2020 namun ketika mau bergerak, anggarannya dihantam untuk Covid-19 dan akhirnya kami baru bisa bergerak saat bulan Agustus,” ujar Amir Hamzah.

Dalam pantauan Bantenpro.id di Jalan KS Tubun, terlihat beberapa orang pekerja dan alat berat sedang melakukan pengupasan aspal yang rencananya akan dibeton.

Sementara, informasi yang diperoleh dari Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Toto, ada 7 titik jalan yang akan dibeton pada tahun ini.

“Yang dibeton ada 7 titik seperti di Cikokol, Kebon Besar, Jalan Iskandar Muda, Pasar Anyar, Jalan KS Tubun, Jalan Atang Sanjaya, Flyover Cikokol,” ujar Toto.

Selain dibeton, ada beberapa jalan yang akan diaspal. Sebanyak 24 lokasi jalan yang diaspal dikerjakan dengan biaya dari APBD 2020 murni dan sebanyak 22 lokasi jalan lainnya dibiayai dari Anggaran Biaya Tambahan. (mst/bpro)