oleh

Lumayan, UMK Tangerang Raya Naik Rp62 Ribu

BANTENPRO.ID, SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim telah memutuskan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021. Wahidin menaikkan UMK di seluruh kabupaten/kota merata sebesar 1,5 persen dari tahun 2020.

Penetapan besaran UMK 2021 tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.272-Huk/2020 tentang Penetapan UMK di Provinsi Banten 2021.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten tersebut, berikut kenaikan nilai besaran UMK:

Kabupaten Serang dari Rp4.152.887,55 menjadi Rp4.215.180,86 (naik Rp62.293,31).

Kabupaten Tangerang dari Rp4.168.269,62 menjadi Rp4.230.792,65 (naik Rp62.523,03).

Kota Tangerang dari Rp4.199.029,92 menjadi Rp4.262.015,37 (naik 62.985,45).

Kota Tangerang Selatan dari Rp4.168.268,62 menjadi Rp4.230.792,65 (naik Rp62.524,03).

Kota Serang dari Rp3.773.940,00 menjadi Rp3.830.549,10 (naik Rp56.609,1).

Kota Cilegon dari Rp4.246.081,42 menjadi Rp4.309.772,64 (naik Rp63.691,22).

Kabupaten Pandeglang dari Rp2.758.909,007 menjadi Rp2.800.292,64 (naik Rp41.383,633).

Kabupaten Lebak Rp2.710.654,00 menjadi Rp2.751.313,81 (naik Rp40.659,81).

Gubernur Banten Wahidin Halim tetap menaikkan UMK di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak meski rekomendasi dari kepala daerahnya mengusulkan tidak ada kenaikan.

Dalam keputusan gubernur tersebut dinyatakan bahwa besaran UMK tersebut diperuntukkan bagi perusahaan yang tidak terdampak ekonomi akibat pandemic Covid-19.

Keputusan gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2021. Sedangkan untuk perusahaan yang terdampak ekonomi akibat pandemi, dapat melaporkan kepada Gubernur Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (bpro)