oleh

Peralatan Penanggulangan Bencana Disiagakan, Lokasi Pengungsian Ditambah

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengecek peralatan penanganan bencana, Kamis (03/12/2020). Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dalam menangani bencana yang sewaktu-waktu terjadi.

Pengecekan dilakukan orang nomor satu di Kota Tangerang itu di taman Pusat Pemerintahan Kota Tangerang seusai apel digelar. Satu per satu, Arief memeriksa dan menguji beberapa peralatan.

“Coba itu dihidupkan mesin chainsawnya jangan sekadar dipamer tapi apa harus dipastikan apakah berfungsi dengan baik,” kata Arief kepada petugas Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

Tiga anggota BPBD dengan sigap menghidupkan mesin yang diminta Arief.

Selain milik BPBD, peralatan milik Palang Merah Indonesia (PMI) dan ambulans serta mobil tangga milik Dinas Perhubungan juga diperiksa satu per satu, termasuk mobil unit patroli Satpol PP.

Peralatan Senkom Polri menarik perhatian Arief karena perangkat handy talky yang dipamerkan itu dapat terkoneksi dengan ponsel Android.

Kemudian peralatan TNI juga dilihat. Arief berdecak kagum karena semua alat yang dipamerkan berupa perahu dan alat evakuasi terbilang baru semua.

Kepada awak media Arief menjelaskan dalam melakukan evakuasi warga terdampak bencana, petugas harus mematuhi protokol kesehatan. Begitu pun warga di lokasi pengungsian juga sama, harus memperhatikan protokol kesehatan.

Pengecekan terhadap peralatan peralatan ini untuk memastikan semua berfungsi baik saat akan digunakan untuk menangani bencana.

“Tahun ini mungkin bencana terburuk, tentu kesempatan pagi ini kita berkomitmen bersama untuk berikhtiar dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa, dan berikutnya adalah bagaimana kita bersama mampu bersinergi dengan masyarakat agar bencana ini bisa diatasi dengan baik,” ujar Arief.

Arief terlihat cukup puas melihat peralatan yang ada siap pakai dan dalam kondisi baik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Deni Koeswara menyampaikan kepada bantenpro.id terkait kesiapan pihaknya dalam menghadapi bencana.

“Kesiapan yang dimiliki BPBD Kota Tangerang misalnya perahu memiliki 19 unit yang tersebar di semua UPT Damkar,” ujar Deni.

Deni juga menyampaikan informasi teknis dalam pelaksanaan proses evakuasi warga. Dalam evakuasi, nantinya tetap mengedepankan protokol kesehatan, mengingat situasi masih di tengah pandemi Covid-19.

“Berkaitan dengan teknis pelaksanaan evakuasi, dari titik evakuasi ke posko pengungsian tetap akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, petugas evakuasi akan menggunakan alat pelindung diri dan juga kapasitas perahu disesuaikan. Kalau misalnya kapasitas perahu untuk 10 orang maka akan dibatasi menjadi 5 orang, jadi protokol kesehatan tetap menjadi prioritas jangan sampai terjadi bencana di tengah bencana,” ujarnya.

Begitu pula di titik pengungsian. Menurutnya, kalau kapasitasnya untuk 50 orang maka dibatasi menjadi 20 sampai 25 orang.

Dia menjelaskan, jumlah titik pengungsian sudah ditambah dua kali lipat, yang semula di satu titik bencana hanya ada 8, maka sekarang sudah menjadi 16 titik.

“Jumlah titik pengungsian sudah ditambah 100 persen , jadi kalau di satu titik wilayah bencana kemarin hanya ada 8 kini sudah menambah menjadi 16, dan penambahan itu menggunakan fasilitas-fasilitas yang sudah ada di lokasi seperti sekolah, majelis taklim, dan posyandu,” ujar Deni. (mst/bpro)