oleh

Ada Geomembran di Bawah Tanah, Jangan Lagi Buang Sampah Sembarangan

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Urusan dengan sampah seakan tidak akan pernah ada habisnya. Sebagian warga kerap saling melempar tanggung jawab mengenai pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Di Kota Tangerang, pemerintah daerah setempat mulai mengembangkan inovasi baru pembuangan sampah di tingkat rumah tangga. Inovasi ini akan diluncurkan akhir tahun dan rencananya diberi nama bak sampah bawah tanah. Sistem penerapannya menggunakan metode geomembran.

Informasi yang dihimpun bantenpro.id Senin (07/12/2020), bak sampah bawah tanah ini bertujuan agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan dan dapat mengumpulkan sampah di bawah tanah pada tempat yang disediakan. Dengan demikian tidak ada lagi tumpukan sampah di tempat terbuka.

Program ini sudah diujicobakan di Jalan Benteng Makassar, belakang mal Robinson. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sempat meninjau bak sampah bawah tanah di trotoar jalan tersebut, Senin (07/12/2020).

Sampah yang telah terkumpul di geomembran di angkat menggunakan crane yang sudah disiapkan dalam mobil khusus pengangkut sampah.

“Koordinasikan dan konsultasikan program ini dengan unsur kewilayahan agar dapat ditentukan titik-titik geomembran yang akan dibuat dan diimplementasikan,” kata Arif seperti ditirukan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkubgan Hidup dan Kebersihan Kota Tangerang Harsoyo kepada bantenpro.id.

Ujicoba geomembran ini sudah dilakukan di 13 titik. Di antaranya di Jalan Maulana Hasanudin sebanyak 6 titik dan Jalan Sipon ada 5 titik, kemudian di Cipondoh serta Jaklan Benteng Makassar di pusat kota baru ada 2 titik.

Harsoyo menjelaskan, konsep penampungan sampah bawah tanah ini adalah menempatkan sebuah bak sampah yang dibentuk sedemikian rupa di bawah tanah dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter sedalam 1,5 meter. Satu titik geomembran mampu menampung 1,5 kubik sampah.

Jika sudah penuh, sampah akan diangkat menggunakan mobil truk sampah yang sudah dilengkapi crane utk dibawa ke tempat pembuangan akhir.

“Di sini artinya kita sudah dapat menambah titik pembuangan sampah tanpa harus melalui pengadaan lahan yang harganya cukup mahal. Inovasi ini semoga menjadi solusi di tengah tingginya harga tanah di Kota Tangerang,” ujar Harsoyo. (bpro)