oleh

7 Hari Dirawat di RS Sari Asih, Ketua KPU Kota Tangsel Meninggal karena Covid-19

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Bambang Dwitoro meninggal dunia setelah dirawat 7 hari akibat terinfeksi Covid-19. Bambang meninggal dunia pada pukul 3.40 WIB di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangsel.

“Innalillaahi wa inna ilaihi raajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Bambang Dwitoro pada pukul 03.40 di RS Sari Asih Ciputat. Semoga husnul khatimah dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah,” kata Sekretaris KPU Kota Tangsel Fajar Baskaradi mengonfirmasi kabar meninggalnya Bambang seperti diberitakan cnnindonesia.com, Sabtu (12/12/2020).

Komisioner KPU Tangsel Mudjahid Zein menjelaskan seluruh anggota KPU Kota Tangsel melakukan tes usap pada hari Minggu (29/11/2020). Hasil tes usap yang keluar pada Rabu (2/12/2020) menunjukkan bahwa seluruh anggota negatif covid-19.

Namun, sehari setelah tes usap keluar, Bambang mengeluhkan sakit. “Semua kami sekantor negatif. Tapi sehari setelah itu, beliau sakit. Waktu itu dianggap kelelahan saja,” kata Mudjahid.

Saat dibawa ke rumah sakit Sari Asih Ciputat pada Jumat (05/12/2020), Bambang mendapatkan infus dan diswab ulang. Hasil swab ulang pada Selasa (8/12/2020) menunjukkan Bambang positif Covid-19.

Sejak saat itu, Bambang dirawat di rumah sakit dan tidak beraktivitas termasuk pada hari pemilihan Pilkada Serentak pada Rabu, 9 Desember

“Seminggu sebelum pemilihan beliau sudah tidak masuk kantor, terakhir hari Kamis (3/12/2020),” ungkap Mudjahid.

Saat dirawat di rumah sakit, kondisi Bambang terus memburuk hingga dikabarkan mendapatkan perawatan intensif di ICU.

“Kemarin dapat kabar beliau masuk ICU dan hari ini berpulang,” ucap Mudjahid.

Bambang meninggal dunia pada pukul 03.40 WIB di RS Sari Asih Ciputat. Bambang akan dimakamkan hari ini di TPU Jombang.

Mudjahid mengatakan kantor KPU Tangsel sudah disterilkan dan seluruh anggota akan melakukan tes usap ulang.

“Kemarin kami baru mensterilkan kantor. Hari ini kami usahakan seluruh kesekretariatan di swab ulang,” kata Mudjahid. (bpro)

Sumber: cnnindonesia.com