oleh

Bantu Akses Modal dan Pasar UMKM, Partai Gelora Siapkan YES

BANTENPRO.ID, JAKARTA – Pasar dan akses permodalan menjadi dua hal yang kerap dialami pelaku usaha mikro kecil dan menangah (UMKM). Keterbatasan modal usaha mengakibatkan para pelaku UMKM tidak bisa menaikkan jumlah produksinya untuk mencapai omzet lebih banyak.

Kemudian persoalan pasar atau pendistribusian barang UKM kurang meluas karena pelaku UMKM belum melakukan pemasaran online. Mungkin, beberapa pelaku UKM sudah memasarkan produknya secara online melalui media sosial, situs marketplace, dan sebagainya, akan tetapi dalam praktiknya masih kurang maksimal. Sehingga, hasil yang didapat pun kurang maksimal.

Hal itu mengemuka dalam Webinar Series ‘YES Akan Menjadi Motor Penggerak UMKM yang digelar Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Sabtu (19/12/2020). Seminar daring ini diikuti oleh para pengurus wilayah Partai Gelora yang membidangi UMKM dan menghadirkan praktisi dan pemerhati UMKM.

Persoalan yang muncul dalam seminar di antaranya para pengusaha UMKM seringkali kesulitan dalam mencari modal pembiayaan dari lembaga keuangan, karena banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi.

Pemerhati UMKM yang juga Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Wulan memaparkan Partai Gelora akan mengambil peran untuk menggerakkan UMKM ini melalui program YES (Yakin Entrepeneur Sukses).

Melalui program itu, Partai Gelora akan melakukan langkah-langkah memberdayakan UMKM dengan cara pelatihan pendampingan, pendampingan perizinan, membantu pemasaran dan pendampingan akses permodalan.

“Sasaran YES ini adalah pewirausaha pemula dan pewirausaha yang ingin menaikkan usahanya,” kata Wulan.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah yang menjadi keynote speaker seminar ini berpendapat, kesukseksan pemerintah dalam mengembangkan dan membina UMKM terutama dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, tergantung tiga cara pandang. Yakni cara pandang ideologis, kebijakan dan advokasi.

“Ada beberapa perspektif atau cara pandang tentang perekonomian Indonesia, apabila ingin memajukan UMKM sebagai sektor yang bertahan saat pandemi Covid-19. Cara pandang ini yang harus dimatangkan, dilakukan pemerintah atau partai politik yang peduli UMKM,” kata Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, cara pandang ideologis dimana ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila sehingga mempunyai ideologi tersendiri, berbeda dengan ekonomi kapitalis, neoliberal atau madzab ekonomi lainnya.

“Seperti kata Bung Hatta (Prokamator Muhammad Hatta, red) mendayung di antara 2 karang yang intinya suatu perspektif ekonomi berdasarkan Pancasila,” katanya.

Kemudian cara pandang kebijakan, dimana perspektif ini harus dikaji secara macam terhadap semua kebijakan pemerintah yang pro pada UMKM.

“Jadi sebuah partai yang peduli UMKM harus juga sebuah partai harus punya policy perspektif untuk paham dengan tujuan dan posisinya,” katanya.

Sementara terkait kebijakan advokasi, lanjut Fahri, pendekatan dan pembinaan secara bersama, ideologinya adalah semangat gotong royong dan professionalism dalam mengembangkan UMKM lebih maju lagi.

“Kalau cara pandang ini perlu dikupas tuntas lagi lebih, perlu ada coaching klinik tersendiri dengan waktu khusus satu narasumber. Sehingga ada pendekatan dan pembinaan secara bersama, karena intinya ideologi kita jika disederhanakan adalah gotong royong, gotong royong adalah suatu profesionalisme collective,” kata Fahri.

Pengamat kebijakan publik dari Narasi Institute Achmad Nur Hidayat memprediksi pandemi Covid-19 akan berakhir pada Oktober 2021 dan roda ekonomi akan mulai berjalan sebagaimana biasanya sebelum ada pandemi.

“Ekonomi mulai kembali dan biasanya pada saat pandemi berakhir. Tapi berdasarkan sejarah ada ketimpangan ekonomi, social yang sangat tinggi dan perlu diantisipasi mengenai masa depan UMMK Indonesia, terutama antisipasi pemerintah untuk perbaikan sisi permintaan,” kata Achmad Nur Hidayat. (bpro)