oleh

BPBD Gandeng RSUD Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19

bantenpro.id, Tangerang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melakukan pelatihan pemulasaran jenazah yang terindikasi Covid-19. Pelatihan diikuti oleh 60 personel BPBD dan sejumlah pegawai Dinas Perumahan dan Permukinan Kota Tangerang.

Pelatihan digelar bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang. Tujuannya, guna standarisasi proses pemulasaran jenazah dengan standar protokol kesehatan.

Instruktur dari RSUD Kota Tangerang Syamsul Hilal memberikan materi pelatihan mencakup tata cara memakai, melepas dan menyimpan alat pelindung diri (APD) bekas pakai dengan baik dan benar.

Kemudian menyiapkan dan menggunakan alat kelengkapan jenazah, termasuk penanganan jenazah terindikasi Covid-19 sesuai standar protokol kesehatan, baik pada saat penjemputan jenazah, penanganan jenazah sebelum dimakamkan, maupun saat dilakukan pemakaman di tempat pemakaman. Dalam penanganan jenazah Covid-19 ini tetap tidak mengesampingkan kelaziman yang berlaku di masyarakat.

Kepala Sub Bagian Umum Kepegawaian BPBD Kota Tangerang Akhmad Haris menjelaskan, pelatihan ini penting dipahami oleh petugas teknis BPBD. Hal ini sejalan dengan kebijakan Wali Kota Tangerang yang menjadikan beberapa puskesmas sebagai Ruang Instalasi Terpadu (RIT).

“Inspeksi wali kota kemarin ke beberapa puskesmas yang akan dijadikan Ruang Isolasi Terpadu  (RIT) harus kami imbangi selain dengan ketersediaan alat, juga peningkatan kemampuan teknis anggota BPBD, melalui cara ini kami kerjasama dengan RSUD Kota Tangerang,” kata Haris kepada bantenpro.id, Jumat (22/01/2021).

Salah seorang peserta pelatihan, Sulaeman, merasa senang mengikuti pelatihan ini. Dengan pelatihan ini, dia menambah pengetahuan cara pemulasaran jenazah.

“Bukan hal yang baru mas, evakuasi mayat baik yang akibat tenggelam di kali atau pun akibat bencana. Korban mayat akibat kebakaran kita sudah biasa menangani, cuma untuk yang ini jujur saya agak ribet karena harus make APD yang begitu lengkap dan berlapis,” kata Sulaeman.

Sulaeman berharap, peralatan pengaman diri yang lengkap tidak hanya saat evakuasi jenazah Covid-19 saja. Tetapi di setiap penanganan bencana juga dipersiapkan.

“Untuk keamanan kami sebagai petugas baik untuk persoalan penanganan evakuasi korban bencana alam atau bencana kebakaran, sebaiknya juga bisa dilengkapi,” harap Sulaeman. (mst/bpro)