oleh

Registrasi Vaksinasi Bermasalah, Tenaga Kesehatan Kota Tangerang Besok Disuntik

bantenpro.id, Tangerang – Sebagian tenaga kesehatan mengaku kesulitan melakukan registrasi ulang vaksinasi Covid-19. Kementerian Kesehatan berupaya membenahi hal itu dengan membuat sistem registrasi manual. Dengan itu, target vaksinasi terhadap tenaga kesehatan diharapkan tercapai.

Pemerintah menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia divaksin Covid-19. Vaksinasi tahap pertama berlangsung pada Januari-April 2021 kepada 1,48 juta petugas kesehatan, sebanyak 17,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta penduduk lanjut usia.

Vaksinasi tahap kedua direncanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Di tahap kedua, vaksin diberikan kepada 65,9 juta warga rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi dan 77,2 juta penduduk lain.

Arifianti Nilasari, dokter gigi di salah satu rumah sakit swasta, merasa kesulitan melakukan registrasi ulang vaksin. Nama dan nomor induk kependudukan (NIK) miliknya sudah terdaftar di aplikasi PeduliLindungi.

Namun, saat hendak mendaftar ulang melalui tautan (link) yang diberi manajemen rumah sakit, NIK dan nomor ponselnya disebut tidak sesuai.

”Saya tunggu pesan dari PeduliLindungi, tetapi tidak ada pesan masuk. Saya  kontak 119 untuk registrasi ulang, tetapi data saya dibilang tidak terdaftar sebagai penerima vaksin,” kata Arifianti seperti dikutip bantenpro.id dari Kompas, Jumat (22/01/2021).

Ia berkali-kali mencoba registrasi ulang dengan macam-macam cara. Upaya ini dibantu juga oleh departemen SDM di rumah sakit. Kesulitan serupa dirasakan pula oleh beberapa rekannya. Setelah mencoba lebih dari lima kali, Arifianti berhasil mendaftar ulang.

Kendala registrasi ulang juga dirasakan sejumlah tenaga kesehatan. Hal itu disampaikan para tenaga kesehatan melalui Twitter. Mereka saling bertanya dan berbagi informasi jika gagal registrasi ulang. Kendala yang mereka hadapi rata-rata adalah NIK dan nomor telepon yang disebut tidak cocok dengan data di sistem.

Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, registrasi tenaga kesehatan yang divaksinasi memadukan data dari tiga sistem. Ketiganya adalah sistem informasi SDM kesehatan yang dikelola pemerintah, BPJS, dan sistem tempat nomor ponsel tenaga kesehatan terdaftar.

”Ada kendala dari penggabungan ketiga sistem ini. Misalnya, seorang pemilik NIK bisa punya beberapa nomor ponsel sehingga sulit (upaya registrasinya) saat dicek silang dengan sistem informasi SDM kesehatan. Ada juga yang nomor ponselnya berubah,” tutur Nadia.

Kendala pendataan juga bisa disebabkan kesalahan manusia. Kesalahan yang dimaksud, contohnya, kesalahan memasukkan NIK tenaga kesehatan.

Untuk mengatasinya, tenaga kesehatan kini bisa mendaftarkan diri secara manual ke fasilitas kesehatan tempat mereka bekerja. Hal ini butuh peran dari manajemen rumah sakit, puskesmas, atau posyandu. Pihak manajemen diharap memasukkan data kepegawaian tenaga kesehatan terkait.

Ia mengimbau tenaga kesehatan untuk memastikan lagi apakah NIK miliknya terdaftar sebagai penerima vaksin atau tidak. Jika tidak, tenaga kesehatan bisa menghubungi call center 119 dengan ekstensi 9. Calon penerima vaksin juga harus memastikan dirinya berada di 92 kabupaten/kota prioritas divaksinasi tahap pertama ini.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang dijadwalkan besok (Minggu, 24/01/2021) akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan vaksinasi tahap pertama akan dilakukan kepada seluruh tenaga kesehatan baik yang bertugas di Puskesmas maupun di Rumah Sakit.

“Hari ini vaksinnya sudah tiba di Kota Tangerang dan disimpan di Instalasi Farmasi,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (24/01/2021).

Arief menjabarkan proses vaksinasi akan dilakukan pada hari Minggu, 24 Januari 2021 di kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang dengan sasaran tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas dan dan Dinas Kesehatan.

“Di tahap awal rencananya ada 1.776 tenaga kesehatan yang akan divaksin besok, namun itu juga akan disesuaikan dengan persyaratannya,” katanya.

Selanjutnya tambah dia, vaksinasi  akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di klinik dan rumah sakit di Kota Tangerang.

“Pemerintah Kota Tangerang menerima sebanyak 22.279 dosis untuk seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Kota Tangerang,” imbuhnya. (bpro)

 

Sumber: Kompas.id