oleh

Cerita Pilu Ruang ICU; Tiada Lagi Tersisa, Pasien di Tangsel Gagal Diselamatkan

bantenpro.id, Tangerang – Ruang ICU atau Intensive Care Unit menjadi sesuatu yang langka di tengah meningkatnya pasien Covid-19. Ketersediaan ruang ICU ikut menentukan kelangsungan hidup pasien Covid-19.

Sejumlah daerah melaporkan keterisian ruang ICU nyaris penuh. Bahkan di Kota Tangerang Selatan, ruang ICU sudah tak tersedia lagi sejak pekan kemarin.

Seorang pasien Covid-19 sampai meninggal dunia di Puskesmas di Kota Tangerang Selatan, setelah dua hari menunggu ruangan ICU rumah sakit yang tidak kunjung tersedia.

Informasi soal pasien Covid-19 yang meninggal dunia ini dilaporkan ke akun Twitter @LaporCOVID akhir pekan kemarin.

Seorang relawan LaporCovid-19, Yemiko menjelaskan, pasien itu sudah dua hari di salah satu puskesmas di Kota Tangerang Selatan dan mengalami pemburukan kondisi. Pasien tersebut tak langsung dirujuk karena belum mendapatkan rumah sakit rujukan Covid-19 yang dapat menampungnya.

“Dengan kondisi saturasi oksigen yang terus menurun dan tidak adanya rumah sakit yang dapat menampung di Tangerang Selatan, akhirnya ada yang melapor ke kami. Kondisi pasien memang gawat darurat,” ujarnya dikutip bantenpro.id dari Kompas.com.

Saat mendapat laporan itu, pihak keluarga pasien dibantu relawan LaporCovid-19 berusaha untuk menghubungi puluhan rumah sakit di Jabodetabek. Namun, semua rumah sakit yang dihubungi menyatakan bahwa ruang ICU mereka penuh dan belum bisa untuk menerima pasien baru.

“Kami blasting dan telepon beberapa call center di rumah sakit. Akhirnya tadi siang pada akhirnya kami dapat kabar. Ketika kami on going mencari rumah sakit, pasien meninggal dunia. Tadi tuh kami hitung ada 75 rumah sakit, seluruh Jabodetabek,” ungkap Yemiko.

Relawan LaporCovid-19 telah membagikan informasi ini di jejaring sosial Twitter dan menjelaskan bahwa pihaknya bersama keluarga pasien tidak hanya menghubungi 75 rumah sakit. Mereka juga mencoba menghubungi Dinas Kesehatan hingga Tim Menteri Kesehatan. Namun semua rumah sakit dinyatakan penuh.

Diberitakan Kompas, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Deden Deni pada Selasa (21/01/2021) lalu menjelaskan, tingkat keterisian tempat tidur di 23 rumah sakit rujukan Covid-19 di Tangerang Selatan sudah mencapai 94 persen.

“Sekitar 94 persen ya untuk tempat tidur. Kalau ICU 100 persen karena jumlahnya kan memang terbatas,” ujar Deden.

Deden merinci bahwa ada 509 tempat tidur isolasi Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan. Sebanyak 476 di antaranya masih terisi oleh pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan. Saat itu hanya tersisa 33 tempat tidur kosong untuk dipakai oleh pasien positif  yang membutuhkan perawatan.

“Tempat tidur isolasi tersedia 33,” kata Deden.

Sementara untuk ruang ICU sampai saat itu terisi 100 persen dan tidak bisa lagi menerima pasien. Deden mengatakan, tempat tidur di ruang ICU untuk pasien Covid-19 penuh karena jumlah sangat terbatas, yakni hanya 31 unit.

Pemkot Tangsel sendiri memiliki 11 rumah sakit rujukan Covid-19 ditambah 7 puskesmas di 7 kecamatan Kota Tangerang Selatan.

Ruang ICU adalah ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan keadaan yang membutuhkan pengawasan ketat. Untuk membantu memulihkan kondisi pasien, ruang ICU dilengkapi dengan peralatan medis khusus.

Selama berada di dalam ruang ICU, pasien akan dipantau selama 24 jam oleh dokter spesialis, dokter jaga, dan perawat yang sudah kompeten. Untuk memantau kondisi pasien secara lebih detail, pasien akan terhubung dengan berbagai peralatan medis melalui selang atau kabel.

Orang yang terkonfirmasi Covid-19 juga harus dirawat ruang ICU terlebih dahulu sebelum dirawat di ruang isolasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit tersebut pada orang lain.

Wakil Wali Kota Tangerang Benyamin Davnie merasa prihatin atas kejadian meninggalnya pasien Coivd-19 karena tak mendapat ruang ICU. Benyamin mengakui ruangan ICU di rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Tangerang Selatan kondisinya saat ini sudah full 100 persen.

Pria yang akrab disapa Ben ini menuturkan, keterisian ruangan ICU dan bed occupancy di RS rujukan Covid-19 ini terjadi peningkatan selama dua pekan terakhir pasca libur panjang Natal dan tahun baru.

“Ada peningkatan pasien Covid-19 di Tangsel terutama pascaliburan kemarin. ICU itu full 100 persen dan tempat tidur 95 persen terisi,” kata Ben seperti dikutip bantenpro.id dari detikcom.

Benyamin kemudian menjelaskan, mekanisme penanganan pasien Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, di mana seseorang yang terkonfirmasi Covid-19 harus melapor terlebih dahulu ke hotline 119. Pasien nantinya akan dirujuk ke Puskesmas terdekat dan kemudian Puskesmas nantinya yang akan mencarikan ruangan untuk perawatan pasien Covid-19 ke rumah sakit-rumah sakit rujukan.

“Jadi yang bersangkutan datang dengan kondisi bukan gejala ringan, tetapi sudah berat. Petugas Puskesmas sudah mencarikan ruangan ICU untuk pasien tersebut, tetapi memang saat itu kondisi keterisian ICU sudah full 100 persen,” jelas Benyamin.

Ia menambahkan, pihak Puskesmas juga sudah mencarikan ruangan ICU ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah penyangga.

“Sudah dicarikan juga ke rumah sakit di Jakarta, di Depok, di Bogor, Kota Tangerang, memang semua kondisinya juga sama,” katanya.

Untuk mengatasi kekurangan ruang ICU, Pemerintah Kota Tangsel berecana mengoperasikan Rumah Sakit Umum (RSU) Pakulonan di Kecamatan Serpong Utara. Pembangunan RSU itu telah rampung dan siap beroperasi.

“Kami sudah siapkan RSU Pakulonan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19. Itu tadinya rumah sakit tipe C,” kata Benyamin, dikutip bantenpro.id dari detikcom.

Pembangunan RSU Pakulonan sudah selesai pada awal Januari 2021. Rumah sakit tersebut akan dioperasikan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 paling cepat pada awal Februari 2021.

“Bangunannya sudah jadi, perlengkapannya sudah. Tinggal uji coba lift, air, kemudian air conditioner-nya dinyalakan setiap hari untuk menghilangkan bau bekas cat. Mungkin awal Februari siap dioperasikan,” tuturnya.

Rumah sakit tersebut memiliki 71 tempat tidur khusus untuk isolasi pasien Covid-19 dan 7 ruangan ICU.

Benyamin mengatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah menyampaikan permintaan ke pemerintah pusat untuk penambahan fasilitas kesehatan di daerah penyangga, termasuk Kota Tangerang Selatan. Ini bertujuan agar pasien dari Kota Tangsel tidak perlu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Benyamin menyambut baik permintaan Wakil Gubernur DKI tersebut.

“Memang ketersediaan tempat tidur khusus isolasi Covid-19 di Tangsel sangat diperlukan. Apabila pemerintah pusat akan menambahnya tentunya akan sangat bermanfaat,” jelas Benyamin.

Benyamin turut berkomentar mengenai banyaknya warga Botabek yang memilih dirawat di Jakarta. Menurutnya, hal itu merupakan hak setiap warga.

“Itu soal hak asasi saya kira, mau berobat dimana saja apalagi kalau ternyata rumah sakit di Tangsel sudah penuh tempat tidurnya,” kata Benyamin. (bpro)