oleh

3 Sahabat Merangkul Anak Jalanan, Belajar dan Mengaji Seminggu Sekali

bantenpro.id, Tangerang – Safira Sholihat rela meluangkan waktu demi hak belajar bagi anak jalanan. Bersama dua sahabatnya -Nurmala Jelita dan Wulandari-, Safira membentuk Komunitas Inovator Anak Jalanan (ANAN) membangun harapan bagi mereka yang kerap diabaikan.

Minggu (31/01/2021) pagi kemarin, sekelompok anak-anak berkumpul di belakang arena Skatepark, Jalan M Yamin, Kota Tangerang. Sebagian mereka duduk menyimak bacaan Iqra di atas meja lipat kecil.

Sebagian lagi berkelompok membentuk lingkaran mengikuti pemandunya. Mereka semuanya bermasker demi mengikuti protokol kesehatan. Tempat cuci tangan juga disediakan di sana.

Anak-anak ini adalah anak-anak jalanan yang hari itu mengikuti kegiatan yang diadakan Komunitas Inovator ANAN. Komunitas yang diketuai Safira Sholihat ini memang mengagendakan kegiatan belajar dan mengaji anak jalanan diadakan setiap hari minggu.

“Saya melihat anak-anak jalanan ini mereka itu pendidikannya kurang, apalagi dalam ilmu agama. Jadi saya dan teman saya ingin sekali mengajarkan ilmu agama kepada mereka. Sebaik-baiknya manusia itu manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Jadi kalau kita punya ilmu, harus berbagi dengan orang lain,” kata Safira kepada bantenpro.id.

Setiap seminggu sekali, anak-anak jalanan ini mendapat pelajaran agama dan ilmu pengetahuan. Dengan kegiatan tersebut, komunitas ini berharap anak-anak kembali mendapatkan hak-haknya bermain dan belajar.  Safira, Nurmala dan Wulan sadar, seharusnya anak-anak itu tidak di jalanan. Tetapi di bangku sekolah.

Komunitas Inovator ANAN dibentuk sejak 2 November 2020. Sampai sekarang jumlah yang ikut kegiatan komunitas ini ada sebanyak 45 anggota.

“Awal terbentuknya itu saya bertiga dengan teman saya Nurmala Jelita dan Wulandari menyisihkan uang jajan kita untuk berbagi rezeki kepada yang membutuhkan. Setelah itu kita berinisiatif untuk membuat komunitas untuk berbagi kepada anak-anak jalanan ini,” kata Safira.

Safira berharap ilmu yang diajarkan kepada anak-anak jalanan ini bisa bermanfaat untuk mereka dan juga bisa membuat anak-anak jalanan menjadi pribadi yang lebih baik.

Komunitas Inovator ANAN juga memberi kesempatan kepada masyarakat umum untuk membantu berlangsungnya kegiatan belajar anak jalanan ini. Komunitas Inovator ANAN menerima donasi dalam bentuk uang maupun buku-buku.

“Kalau ada yang ingin membantu dalam bentuk uang bisa dikirim ke nomor rekening BRI 112-01-001279-53-4 atas nama Musrin. Sedangkan untuk yang ingin berdonasi dalam bentuk buku bisa hubungi saya di nomor 085693487829,” kata Safira Sholihat.

Keberadaan komunitas ini mendapat tempat di hati orang tua anak-anak jalanan. Beberapa orang tua mereka bahkan mengantarkan sendiri anak-anaknya untuk belajar di Komunitas Inovator ANAN.

Seorang ibu penjual tisu yang pagi itu menunggui anaknya belajar, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.

“Bagus sih bisa menambah pengetahuan anak saya. Namanya belajar bisa di mana saja nggak hanya di sekolah,” ujar ibu tersebut kepada bantenpro.id

Kota Tangerang belum bisa sepenuhnya mengentaskan anak jalanan. Terhitung hingga 2018, menurut data Badan Pusat Statisik (BPS) Kota Tangerang, masih ada 60.363 anak Kota Tangerang masuk kategori anak jalanan.

Anak jalanan, menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (Unicef), adalah anak yang lari dari rumah/keluarga dan hidup sendiri di jalanan, anak yang menghabiskan sebagian waktunya di jalanan untuk bekerja, dan anak yang bersama keluarganya hidup di jalanan.

Pemerintah Kota Tangerang mempunyai rumah singgah untuk menampung anak jalanan sementara waktu. Namun, rumah singgah belum mampu menyelesaikan persoalan. Beberapa anak yang pernah di rumah singgah kembali lagi ke jalanan.

Para pemerhati sosial berpendapat upaya pengentasan anak jalanan ini tak cukup mengandalkan pemerintah. Perlu terus dibangun sinergitas antara pemerintah dan masyarakat untuk merangkul anak jalanan demi mewujudkan Kota Tangerang yang Liveable, Investable, Visitable dan E-City atau Tangerang LIVE. (mst/bpro)