oleh

Luapan Kali Mengintai Saat Pandemi Belum Usai

bantenpro.id, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang menghadapi kekhawatiran saat sungai di wilayahnya mulai meluap akibat intensitas hujan yang sering pada pekan awal Februari 2021. Kondisi itu membuat ketar-ketir karena berhadapan dengan risiko banjir di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Periuk Syahrial menjelaskan, pimpinan daerah menaruh perhatian cukup tinggi terkait curah hujan pekan terakhir ini.

“Pak Wali benar-benar memberi atensi khusus terhadap kondisi luapan yang berpotensi menyebabkan banjir. Beliau tak ingin melewatkan sedikit pun perkembangannya demi mengetehui kondisi warga dan wilayahnya,” ujar Syahrial kepada bantenpro.id yang menghubunginya melalui ponsel, Jumat (05/02/2021) malam.

Malam itu sekitar pukul 20.48 WIB, Syahrial baru saja tiba di rumahnya. Hujan yang tiba-tiba mengguyur membuatnya cemas.

“Saya baru saja sampai rumah, hujan turun lagi. Saya perintahkan anggota untuk tetap waspada dan memantau situasi Kali Ledug, yang memang air sempat naik pada hari kemarin. Tapi perahu dan peralatan masih kami siagakan di sana,” kata Syahrial.

Kemudian menurutnya, dari hasil pantauan anggota UPT Damkar Periuk hingga pukul 23.00 WIB, air diketahui kembali tergenang dengan ketinggian sekitar 10-15 cm di Jembatan Alamanda.

Tetapi kata Syahrial, itu tidak menjadi soal. Sebab menurutnya, rumah pompa tetap aktif menyedot air di jalan untuk dialirkan ke Kali Ledug. Dalam hitungan menit kondisi pun sudah kembali normal.

Rabu (03/02/2021) lalu, Kali Ledug yang melintasi wilayah Kecamatan Periuk sempat meluap dan merendam Jembatan Alamanda di Jalan Raya Regency. Kali Ledug meluap setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 04.00 WIB kala itu.

“Pemerintah Kota Tangerang sebelumnya sudah berupaya mencegah luapan dengan meninggikan tanggul Kali Ledug setinggi 2 meter beberapa waktu lalu. Tetapi ketinggian tanggul pada sisi Kali Ledug bocor tepat di depan Pasar Lingkungan Perum Grand Duta sehingga terjadi genangan di Jembatan Alamanda dan Perum Garden City RW 025 Gebang Raya,” kata Camat Periuk Maryono yang pagi harinya saat itu meninjau lokasi.

Genangan juga merendam jalan di sekitar Situ Bulakan, Periuk. Penyebabnya, air di danau tersebut tak dapat mengalir ke Sungai Cirarab hingga akhirnya meluap. Debit Sungai Cirarab sendiri terlihat tinggi dan tak mampu menampung limpahan air dari Situ Bulakan.

BPBD Kota Tangerang melalui UPT Damkar Periuk juga telah menyiagakan sejumlah unit perahu dan sejumlah peralatan pendukung lainnya di kawasan Perumahan Garden City yang lokasinya tak jauh dari Situ Bulakan. (bpro)