oleh

6.880 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Tangerang

bantenpro.id, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang merilis jumlah warga terdampak banjir mencapai 6.880 orang dari 289 rukun tetangga atau RT di wilayahnya. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada.

“Inilah yang perlu ditekankan, masyarakat Kota Tangerang untuk terus waspada, khususnya para warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Mengingat rillis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) cuaca ekstrem berpotensi terus terjadi hingga sepekan ke depan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Mulyani dalam siaran persnya, Sabtu (20/02/2021).

Mulyani menuturkan, menurut data yang diterima Diskominfo sampai pukul 16.00 WIB, banjir di Kota Tangerang terjadi di 289 RT, 131 RW yang tersebar di 47 kelurahan di 12 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 6.880 jiwa dari 2.763 kepala keluarga.

“Saat ini jajaran Pemkot Tangerang berkolaborasi dengan Forkopimda, kelurahan, relawan hingga masyarakat terus bekerja menangani kondisi banjir yang tengah terjadi. Selain itu, bersiaga menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghadapi semua kemungkinan,” kata Mulyani.

Sementara itu di Kecamatan Periuk, Pemerintah Kota Tangerang menggunakan ruang kelas gedung sekolah untuk dijadikan tempat pengungsian bagi korban banjir agar tidak ada penumpukan guna menekan penyebaran Covid-19.

“Jadi akan dimaksimalkan penggunaan ruang-ruang kelas yang ada di gedung sekolah, karena sebagian kelas sudah digunakan,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau lokasi pengungsian bagi masyarakat yang terdampak banjir di GOR Total Persada, Kecamatan Periuk, Sabtu (20/02/2021).

Secara bertahap pengungsi di GOR akan dipindah ke ruang yang ada di sekolah. Satu ruang kelas diisi hanya beberapa keluarga saja.

Arief juga menekankan tentang pentingnya protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lokasi-lokasi pengungsian bagi warga korban banjir di wilayah Kecamatan Periuk.

Selain itu, pemkot juga menugaskan petugas Dinas Kesehatan untuk melakukan tes usap (swab) kepada warga di lokasi pengungsian untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Supaya yang sehat tidak bergabung dengan yang sakit atau OTG (orang tanpa gejala),” katanya.

Arief juga meninjau lokasi banjir di Jembatan Alamanda, Jalan Raya Regency, Kecamatan Periuk. Dia sempat bertanya kepada salah seorang perwira pemadam kebakaran (damkar) yang ada di lokasi terkait situasi dan kesiapan personel serta peralatan evakuasi.

“Sepi amat ini anggota (damkar) pada kemana? Lalu di mana peralatan evakuasi?” tanya Arief.

Mendapat hal itu, salah satu perwira damkar dari Kantor UPT Damkar Periuk, Kamaludin Azizi, menjelaskan jumlah personel yang diturunkan sebanyak 20 orang dengan 9 unit perahu.

“Ada Pak. Anggota dan peralatan sudah menyebar di semua lokasi seperti di Perumahan Garden City RW 021, 022 dan 025 sebanyak 3 unit perahu, sementara untuk di Perumahan Total Persada di RW 07 dan 08 sebanyak 2 unit perahu lalu untuk di Perumahan Taman Elang sebanyak 2 unit perahu dan untuk di Perumahan Periuk Damai juga  sebanyak 2 unit perahu,” jelas Kamaludin.

Kamaludin juga melaporkan jumlah warga yang sempat dievakuasi di Kecamatan Periuk sebanyak lebih dari 300 keluarga.

Pantauan bantenpro.id di lokasi banjir wilayah Kecamatan Periuk sampai pukul 18.00 WIB, tepatnya di Jalan Raya Regency, air semakin tinggi dibandingkan saat tadi pagi. Peningkatan ketinggian air ini disebabkan oleh arus air dari hulu ke hilir yang masih terus mengalir deras. Petugas dari Kantor UPT Damkar Periuk pun masih terus melakukan evakuasi

Kepala UPT Damkar Periuk Syahrial mengatakan, walaupun banjir semakin meninggi, pihaknya tetap fokus memantau perkembangan.

“Walaupun saat ini terjadi peningkatan air  yang tidak signifikan dibanding posisi air tadi pagi, saya dan jajaran tetap fokus memantau perkembangan terutama aktivitas warga. Apalagi dengan posisi pintu air 5 saat ini masih dalam posisi tertutup yang mengakibatkan air di Perumahan Garden City dan sekitarnya tidak akan surut dalam waktu dekat, terlebih cuaca yang masih menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan,” ujarnya.

Menurut Syahrial, warga yang berhasil dievakuasi telah ditempatkan di lokasi aman seperti masjid, GOR, dan posyandu termasuk balai warga. Ada juga warga yang memilih mengungsi ke rumah sanak famili dan kerabat.

“Bahkan ada yang menyewa hotel terdekat di Kota Tangerang, dan kami sudah berkoordinasi dengan Camat Periuk untuk penggunaan bangunan sekolah dijadikan tempat pengungsian sesuai pesan Pak Wali saat kunjungan sore tadi,” ujarnya. (mst/bpro)