oleh

5 Dapur Umum Dibuka untuk Kebutuhan Makan Ribuan Pengungsi

bantenpro.id, Tangerang – Tinggi genangan banjir di sejumlah wilayah di Kota Tangerang mulai surut. Tetapi warga di wilayah terdampak banjir masih bertahan di pengungsian hingga Senin (22/02/2021).

Warga Kota Tangerang yang menjadi korban banjir mencapai 15.000 orang. Setengah lebih dari jumlah tersebut adalah warga Kecamatan Periuk.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyebutkan, jumlah tersebut merupakan data warga yang terdampak banjir sejak Sabtu hingga Minggu lalu. Sebanyak 15.000 orang itu merupakan warga 12 kecamatan dari 13 kecamatan di Kota Tangerang. Berdasar catatan yang ada, wilayah yang tidak terdampak banjir hanya Kecamatan Benda.

“Total hampir 15.000 jiwa yang terdampak. Sekarang, sudah jauh berkurang karena tinggal wilayah (Kecamatan) Periuk yang masih parah,” kata Arief, Senin (22/02/2021).

Camat Periuk Maryono menyatakan, setidaknya ada tujuh rukun warga (RW) yang masih terendam banjir sampai Senin siang. Tujuh RW tersebut adalah RW 008, RW 011, dan RW 013 di Kelurahan Periuk; lalu RW 021, RW 022, dan RW 025 di Kelurahan Gebang Raya.

“Di Kelurahan Gembor ada di RW 007, yang masuk ke Perumahan Total Persada,” ucap Maryono, Senin sore.

Maryono mengatakan, sekitar 8.500 warga di wilayahnya yang menjadi korban banjir itu. Semua korban banjir, lanjut Maryono, telah dievakuasi sejak Sabtu lalu. Sebagian warga ada yang memilih untuk mengungsi ke rumah saudara.

“Evakuasi mandiri sekitar 20 persen dan di tempat penampungan ada 80 persen,” kata dia.

Di Kecamatan Periuk ada 22 lokasi pengungsian. Selain itu dibuka juga 5 dapur umum yang berlokasi di Kantor Kecamatan Periuk, Perumahan Periuk Damai, Perumahan Taman Elang, Perumahan Total Persada dan di RW 013 Kelurahan Gebang Raya.

Bahan makanan untuk kebutuhan dapur umum ini berasal dari Dinas Sosial Kota Tangerang dan kiriman bantuan dari berbagai kalangan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kota Tangerang Eep Nurul Hasan mengatakan, untuk kebutuhan makanan pengungsi, Dinas Sosial berkoordinasi dengan penanggung jawab dapur umum di Kecamatan Periuk.

“Saya penanggung jawab untuk wilayah barat, kebutuhan yang diperlukan kita informasikan ke Dinas Sosial dan langsung dikirim ke sini,” kata Eep saat ditemui bantenpro.id di halaman Kantor Kecamatan Periuk yang dijadikan posko utama pengungsian, Senin (22/02/2021).

Menurut Eep, warga yang mengungsi diberikan makan yang berasal dari dapur umum sebanyak 2 kali dalam sehari. Yaitu pada waktu pagi dan siang. Sedangkan untuk makan malam kebutuhan makanannya dibantu dari donatur.

“Untuk malam itu ada kiriman nasi bungkus dari luar,” ujarnya.

Kiriman bantuan makanan juga datang dari RW tetangga yang tidak terdampak banjir. Ketua RW 04 Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk Mumung Nurwana mengatakan, warganya patungan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir

“Untuk lingkungan kami RW 04 tidak terkena banjir. Tetapi kami warga RW 04 membantu saudara-saudara kita yang terkena banjir, sejak kemarin kita membagikan bahan makanan yang diterima langsung Pak Lurah. Sampai hari ini kami masih mengirim bantuan berupa sembako dan uang,” kata Mumung yang juga mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang itu. (mst/bpro)