oleh

Ramai-Ramai Keringkan Wilayah Terdampak Banjir

bantenpro.id, Tangerang – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang sudah surut. Petugas gabungan bersama warga melakukan bersih-bersih wilayah pascabanjir.

Salah satu warga Perumahan Periu Damai, Kecamatan Periuk, Asep, mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah dari tahun sebelumnya. Banyak barang berharganya yang tidak sempat diselamatkan.

“Banjir kali ini yang paling parah, tingginya sampai 3 meter lebih, “ ujar Asep yang sedang bersih-bersih rumahnya yang sudah seminggu terendam banjir, dikutip antvklik, Sabtu (27/02/2021).

Warga korban banjir berharap segera ada solusi jitu dari pemerintah daerah untuk mencegah terulangnya banjir.

Sementara dikutip dari siaran pers Pemkot Tangerang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus bergerak cepat mengeringkan wilayah dari banjir.

“Kami (PUPR) mengerahkan 600 personel pekerja lapangan, belum termasuk petugas kantor yang dikerahkan ke lapangan. Kami juga dibantu ratusan personel dari dinas lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, BPBD, unsur Forkopimda dan para relawan,” jelas Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo.

Adapun untuk penanganan banjir, Dinas PUPR turut mengoperasionalkan 82 pompa diesel, 125 pompa listrik, 8 pompa berjalan, 4 pompa mobil.

Selain itu, Dinas PUPR juga mengoperasionalkan 5 pompa berjalan dengan kapasitas 700 liter per detik, satu unit di Situ Bulakan dan empat unit di Kali Ledug. Tiga pompa dengan kapasitas 500 liter per detik yaitu 1 unit di Bulakan dan 2 unit di Kali Ledug

“Kami juga mengerahkan 4 pompa berjalan dengan kapasitas 400 liter per detik dan 2 pompa aksial 300 liter per detik di Situ Bulakan. Totalnya, ada 233 pompa yang digunakan dalam percepatan penanganan banjir kali ini. Terbanyak, kami kerahkan di wilayah Periuk dengan 40 unit pompa. Selain itu, ada 21 unit di wilayah Ciledug,” ungkap Decky.

Menurut Decky, Pemkot Tangerang masih terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSC) Kementerian PUPR, untuk penanganan banjir.

“Kami upayakan semaksimal mungkin dengan turut melibatkan unsur pusat agar penanganannya bisa cepat dan tepat,” ujarnya. (bpro)

 

Sumber: antvklik