Beredar Madu Palsu, Polisi Tangkap 3 Penjual

BANTENPRO.ID, SERANG – Hati-hati mengonsumsi madu yang diklaim madu asli dari Baduy. Bisa-bisa, madu yang Anda minum itu palsu. Buktinya, polisi berhasil mengungkap penjualan madu baduy palsu, baru-baru ini.

Penjualan madu palsu ini diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Polisi sudah menyelidikinya sejak 4 November 2020, usai mendapatkan laporan masyarakat. Polisi juga berhasil menangkap tiga tersangka pembuat madu baduy palsu .

Tiga orang yang ditangkap adalah Asep (24) diringkus di depan toserba daerah Leuwidamar, Kabupaten Lebak; sementara Tamuri (35) dan M. Shopiauddin (47) dibekuk di kantor CV Yatim Berkah Makmur, Joglo, Jakarta Barat.

“Motif ketiga pelaku yaitu mencari keuntungan dengan membuat pangan olahan jenis madu yang berbahan baku gula [glukosa, fruktosa, dan molases]. Itu diperjualbelikan seolah madu asli,” kata Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi, seperti diberitakan Tirto, Rabu (11/11/2020).

Melansir Tirto, kantor CV Yatim Berkah Makmur ini menjadi lokasi pembuatan madu palsu. Di lokasi ini, per hari mereka bisa menghasilkan satu ton madu, meski tergantung juga pada pemesanan konsumen.

Bila harga satu liter madu palsu Rp22.000, dalam sehari memproduksi 1.000 kilogram, maka dalam per bulan pelaku beromzet sekira Rp660 juta. Temuan polisi kali ini, madu dijual sekira Rp22.440 per liter, karena keuntungan mereka mencapai Rp673.200.000.

Shopiauddin, pemilik CV Yatim Berkah Makmur dijerat Pasal 140 juncto Pasal 86 ayat (2), Pasal 142 juncto Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun atau denda paling banyak Rp4 miliar, dan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf f, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Untuk Tamuri dan Asep dijerat Pasal 198 juncto Pasal 108 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, terancam pidana denda paling banyak Rp100 juta.

Dalam penggerebekan di Leuwidamar, polisi mengamankan 20 botol madu palsu ukuran 500 milliliter, dan 1 jeriken madu ukuran 30 liter di lokasi pertama.

Selanjutnya di Jakarta, polisi menyita 2 drum glukosa ukuran 300 liter, 2 drum glukosa ukuran 150 liter, 1 drum glukosa ukuran 200 liter, 45 jeriken fruktosa ukuran 30 liter, 10 liter molases, 40 liter brotowali, 1 drum madu siap jual ukuran 300 liter, 2 drum madu siap jual ukuran 100 liter, 1 drum madu siap jual ukuran 20 liter, 16 jeriken madu siap jual ukuran 30 liter.

Polisi juga menyita peralatan pembuat madu, uang tunai hasil penjualan senilai Rp66 juta, amplop bon penjualan, bukti pembelian bahan baku dan ponsel. (bpro)