Tuntutan Naik Gaji 8,51% Turun Jadi 3,33%

bantenpro.id

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Perwakilan serikat buruh dan serikat pekerja meminta ada kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk 2021. Mereka awalnya meminta UMK 2021 naik 8,51 persen. Tapi hari ini, buruh rata-rata meminta kenaikan upah minimum sebesar 3,33 persen.

Permintaan ini mencuat di sela pembahasan pleno Dewan Pengupahan Provinsi Banten yang sedang berlangsung di Kantor Disnakertrans Banten, KP3B, Serang, Kamis (12/11/2020).

Permintaan kenaikan UMK ini juga disampaikan dalam unjukrasa buruh Kota Tangerang saat berlangsungnya pembahasan upah minimum sektoral yang berlangsung di gedung Disnakertrans Kota Tangerang hari ini.

“Dari serikat pekerja bervariasi, masing-masing kabupaten kota bervariasi, rata-rata keinginan 3,33 persen. Kira-kira seperti itu yang dari (buruh) Tangerang Raya termasuk Cilegon,” kata Kadisnaker dan Transmigrasi Pemprov Banten Al Hamidi.

Dia menuturkan, keputusan dewan pengupahan hari ini katanya tidak bulat. Dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menurutnya tidak menghendaki ada kenaikan UMK 2021. Sementara unsur pakar dan akademisi menghendaki ada kenaikan tapi hanya 1,5 persen dan buruh kalau dirata-ratakan meminta kenaikan 3,33 persen.

Sementara di Kota Tangerang, pembahasan upah sektoral ini diwarnai unjukrasa serikat buruh di Kota Tangerang.

Aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul salah satunya di samping Hotel Soll Marina Jatiuwung dan berlanjut menuju kantor Disnaker Kota Tangerang dan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

“Hari ini kami hanya melakukan bentuk penyerahan draft usulan saja,” ujar Hardiansyah, Ketua I SPKEP SPSI.

Isi dari surat usulan tersebut berisi beberapa poin tentang kelompok-kelompok sektor yang dikhawatirkan ada yang dihilangkan.

Sementara terkait permintaan kenaikan UMK yang semula 8,51 persen berubah menjadi 3,33 persen di wilayah Kota Tangerang, buruh menerima dan akan mengawalnya sampai ditetapkan oleh Gubernur Banten.

“Kenaikan 8,51 persen itu pada berita acara yang kemarin, nah memang itu sudah kita serahkan ke wali kota, kemudian wali kota merekomendasikan tidak ada perubahan sama sekali dari berita acara yang disampaikan dari rapat dewan pengupahan yang sebelumnya. Tetapi kami sudah cek ke provinsi rekomendasinya telah berubah dari Kota Tangerang menjadi 3,33 persen,” ujar Hardiansyah.

Buruh kemudian akan menindaklanjuti usulan angka 3,33 persen itu sampai ditetapkan menjadi UMK 2021. (fit/bpro)




Tinggalkan Balasan