Seorang tahanan berinisial AA (21) dilaporkan meninggal dunia saat berada dalam masa penahanan di Polres Cirebon. Pengacara korban menyebut banyak ditemukan luka memar di bagian wajah hingga tubuh korban.
Saat ini jenazah berada di instalasi forensik RSUD Kota Cilegon untuk kepentingan autopsi.
“Memar dan lebam di bagian kepada, muka dan ada beberapa di bagian badan,” kata Muhibudin, pengacara keluarga korban, dikutip bantenpro.id dari CNN Indonesa, Rabu (16/02/2022).
Muhib mengaku kalau AA terakhir kali kumpul dengan teman-temannya pada Senin (14/01/2022) dini hari sebelum ditangkap polisi. Keluarga korban mengetahui anaknya meninggal Selasa (15/02/2022).
“Pihak keluarga mengetahui korban meninggal dunia itu semalam jam 21.00 atau 22.00 malam. Pihak keluarga juga tidak mengetahui kapan itu ada penangkapan,” terangnya.
Keluarga kemudian menanyakan nasib AA ke Polres Cilegon. Kemudian, jenazah dibawa ke RSUD Cilegon untuk diautopsi dan memastikan penyebab meninggalnya pria yang ditangkap Satuan Reserse dan Narkoba Polres Cilegon itu.
Kepala Polres Cilegon Ajun Komisaris Besar Sigit Haryono membenarkan bahwa AA merupakan tahanan Satresnarkoba. Setelah masuk ke ruang tahanan, Sigit Haryono mendapatkan informasi bahwa AA pingsan dan belum diketahui penyebabnya.
Sigit hanya memastikan, saat diperiksa, AA masih hidup. Kemudian dibawa ke RS Krakatau Medika untuk diperiksa kesehatannya. Nahas, saat sampai di IGD, AA sudah tidak lagi bernyawa.
“Pada saat diperiksa di Polres kondisinya yang bersangkutan masih ada (denyut) nadinya dan masih hidup,” kata Sigit Haryono.
Kemudian polisi menghubungi pihak keluarga dan bermusyawarah untuk mengautopsi jenazah di RSUD Cilegon. Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian AA.
Sigit Hartono memastikan pihaknya akan bekerja profesional dan memastikan penyebab kematian AA.
“Penyidikan memang butuh proses, tapi kami akan lakukan secepatnya untuk mengetahui kejadian tersebut, sehingga bisa menyampaikan kepada warga kronologis secara utuh,” ujarnya. (bpro)