Banjir Longsor di Lebak, Santri Hilang Terseret Arus Sungai dan 1 Tewas

BANTENPRO.ID, LEBAK – Delapan kecamatan di Kabupaten Lebak terendam banjir. Seorang warga dinyatakan tewas dan 1 lainnya hilang terseret arus sungai.

Informasi ini disampaikan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. Banjir disebabkan curah hujan meningkat hingga menimbulkan sejumlah sungai meluap.

Data yang diterima bantenpro.id Minggu (06/12/2020), korban meninggal dunia diketahui bernama Eni, warga Desa Malangsari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Wanita berusia 50 tahun itu terseret arus Kali Ciamur saat sedang menyeberang.

Sedangkan korban hilang bernama Apud, santri Pondok Pesantren Darul Ulum. Remaja 17 tahun ini hilang terseret arus Sungai Cilangkahan. Hingga pukul 18.00 WIB, tim gabungan masih melakukan pencarian.

Kedelapan kecamatan yang dilanda banjir itu di antaranya Kecamatan Wanasalam, Cileles, Malingping, Cirinten, Bojongmanik, dan Cimarga.

Data yang diperoleh dari Pusdalops BPBD Kabupaten Lebak, jumlah rumah yang terendam banjir tercatat sebanyak 1.252 rumah. Selain terendam banjir, puluhan rumah juga rusak akibat terkena longsor. Rinciannya 11 rumah rusak ringan, 5 rumah rusak sedang dan 13 rumah rusak berat.

Rumah-rumah yang rusak akibat longsor ini berada di Desa Cikarang, Jagaraksa, dan Girijagabaya (Kecamatan Muncang), Desa Lebak Gedong (Kecamatan Lebak Gedong), Desa Karangnunggal dan Cirinten (Kecamatan Cirinten). Kemudian di Desa Pasir Haur (Kecamatan Cipanas) dan Desa Sangkanwangi. (bpro)