PMI Siaga di 3 Lokasi, Bantu Evakuasi dan Pendampingan Keluarga Korban

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) diterjunkan terkait musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Mereka tersebar di tiga lokasi posko, yakni di Bandara Soekarno-Hatta, di pesisir Pantai Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang dan di Dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan mengatakan PMI menerjunkan personel sebanyak 19 orang dan 4 unit kendaraan baik mobil jenazah, ambulans dan pikap di ketiga lokasi tersebut.

“Sebanyak 19 personel kami siaga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan di pesisir perairan Tanjung Kait,” kata Ade, Minggu (10/01/2021).

Personel disertai peralatan pendukung guna membantu proses evakuasi telah disiagakan sejak Sabtu (09/01/2021) sore di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami sudah siagakan satu ambulans dan sembilan personel di Bandara Soekarno-Hatta. Di sana personel PMI melakukan pengecekan suhu terkait antisipasi penyebaran Covid-19 kepada keluarga korban yang datang untuk mencari informasi,” kata Ade.

Kepada bantenpro.id, Ade menjelaskan strategi penanganan terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ini yaitu dengan membagi menjadi 5 tim. Antara lain tim rescue atau pencarian di bawah kendali Basarnas, kemudian tim penanganan jenazah berikut sterilisasi disinfektan, tim DVI untuk penanganan serpihan badan pesawat di bawah kendali kepolisian.

Kemudian tim pencarian orang hilang, tim layanan mobil jenazah, dan tim yang mendampingi atau menangani keluarga korban.

“Semua tim yang terlibat di dalamnya ada anggota PMI yang ditugaskan. Adapun nantinya semua jenazah korban yang berhasil ditemukan dari semua titik akan dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Ade.

Terkait banyak beredar informasi yang belum jelas sumbernya di media sosial, Ade berpesan agar masyarakat tidak memperkeruh lalu lintas informasi dengan menyebar informasi yang tidak jelas. Masyarakat diminta lebih baik ikut mendoakan yang terbaik atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini. (mst/bpro)