Damkar Sterilkan 48 Lokasi Pencairan Bansos di Periuk dan Jatiuwung

BANTENPRO.ID, TANGERANG – Penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai di Kota Tangerang untuk periode Januari 2021 masih akan berlanjut sampai Jumat (15/01/2021). Penyaluran bantuan sebesar Rp300 ribu per keluarga itu akan berakhir di Kecamatan Periuk dan Jatiuwung.

Pemerintah setempat akan membagi titik lokasi penyaluran bansos di dua kecamatan itu menjadi 48 lokasi. Tujuannya guna mengantisipasi terjadinya kerumunan dan antrean lama. Penyaluran di Kecamatan Jatiuwung akan dibagi dalam 18 titik penyaluran. Sedangkan di Kecamatan Periuk ada 30 titik penyaluran.

Sejalan dengan rencana penyaluran bansos tunai untuk warga di tengah pandemi Covid-19 ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Periuk melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat yang akan dijadikan lokasi penyaluran bansos, Rabu (13/01/2021).

“Iya saya tidak mau ambil risiko. Sesuai arahan Pak Wali, keselamatan warga adalah prioritas. Maka kami dan jajaran menyisir 48 titik penyaluran, untuk disterilisasi disinfektan,” kata Kepala UPT Damkar Periuk Syahrial saat memimpin penyemprotan disinfektan di SD Negeri Periuk kepada bantenpro.id, Rabu (13/01/2021).

Lokasi SD Negeri Periuk ini akan menjadi salah satu titik penyaluran bansos tunai di Kecamatan Periuk. Penyemprotan cairan disinfektan sendiri berlangsung sampai besok.

“Dengan dibukanya 48 titik penyaluran di dua kecamatan ini, akan dilakukan penyemprotan selama dua hari. Untuk Kecamatan Periuk sebanyak 30 titik akan kami selesaikan hari ini, walaupun sampai malam. Sedangkan sisanya  18 titik di Kecamatan Jatiuwung akan diselesaikan esok harinya Kamis, sehingga saat penyaluran bansos Jumat di dua wilayah ini dipastikan steril,” kata Syahrial.

Menurutnya, 48 lokasi untuk pencairan bansos tunai itu dirasa cukup untuk menghindari kerumunan warga. Asalkan, warga juga ikut berupaya menghindari kerumunan.

“Kami minta kepada warga agar datanglah dengan tertib, ambil bantuan sesuai panggilan dan langsung kembali ke rumah masing-masing. Jangan jadikan program pengambilan bantuan tunai ini sebagai ajang silaturahmi dan ngerumpi,” kata Syahrial.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Syahrial menyebut Kecamatan Periuk masuk zona merah yang beberapa bulan terakhir terasa sulit terjadi penurunan ke zona oranye, apalagi kuning. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan.

Upaya tersebut seperti sosialisasi, operasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), juga penyemprotan ke pusat-pusat keramaian seperti pasar, tempat kuliner dan wisata di Situ Bulakan.

“Bahkan lingkungan terkecil sekali pun seperti RT dan RW kerap menyampaikan permohonan kepada UPT Damkar Periuk untuk dilakukan sterilisasi,” ujarnya.

Syahrial berjanji pihaknya tidak akan lelah untuk menjaga dan melindungi warga dari ancaman Covid-19. Tetapi dia juga mengakui pihaknya memiliki keterbatasan personel dan peralatan.

“Untuk itu kami imbau kepada warga untuk berperan secara aktif dengan cara menjaga diri sendiri, mematuhi protokol kesehatan. Sehebat apapun kemampuan kami, pasti ada batasnya. Peran serta masyarakat dengan menjaga diri masing-masing adalah kunci keberhasilan melawan  Covid-19,” ujar Syahrial. (mst/bpro)