Selama Musim Hujan, Ular Masih Berpotensi Muncul di Permukiman

bantenpro.id, Tangerang – Fenomena kemunculan ular sanca di permukiman warga Kota Tangerang, beberapa kali terjadi selama musim hujan. Masyarakat diminta tidak gegabah dan mengambil tindakan sendiri apabila menjumpai hewan liar di lingkungan tempat tinggal.

Sepanjang Januari 2021, sedikitnya sudah 6 ekor ular sanca ditangkap petugas pemadam kebakaran (damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Sebagian ular ada yang ditangkap saat sedang melilit kabel listrik.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Periuk Syahrial mengatakan, jenis ular yang paling banyak ditemukan adalah sanca. Setelah dievakuasi, ular diserahkan kepada komunitas pencinta reptil.

Syahrial berpesan apabila mendapati ular di lingkungan rumah, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada petugas damkar BPBD. Nantinya, petugas yang telah terlatih dan berpengalaman akan segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi ular tersebut. Warga diminta tidak gegabah menyingkirkan ular karena setiap ular memiliki cara penanganan yang berbeda.

“Saran kami, agar jika menemukan ular atau hewan liar ini warga jangan bertindak gegabah atau mengambil tindakan sendiri tanpa memiliki kemampuan khusus. Hal ini tentu sangat membahayakan. Sebaiknya segera melapor ke petugas untuk dilakukan langkah pengamanan,” kata Syahrial kepada bantenpro.id, Selasa (26/01/2021).

Laporan warga terkait penemuan ular meningkat saat memasuki musim hujan. Selama musim hujan, potensi kemunculan ular di permukiman masih bakal sering terjadi. Ular sanca memiliki habitat dekat dengan sungai atau di antara kebun kebun kosong. Saat hujan dan muncul genangan atau banjir terjadi, mereka tergeser ke area yang acak, salah satunya permukiman.

Mengutip Kompas, Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rachmat mengatakan, fenomena munculnya ular di permukiman warga bukanlah hal baru. Menurut Aji, ular adalah satwa liar yang habitatnya paling dekat dengan manusia.

Area rumah yang tidak pernah dibersihkan atau dirawat justru menjadi lokasi yang nyaman bagi ular untuk berkembang biak. Apalagi, sudut rumah yang gelap dan jarang terjangkau berpotensi menjadi tempat persembunyiannya.

Ular cenderung menghindari bau menyengat yang tidak alami di ruang tertutup. “Memasang obat nyamuk elektrik di gudang dan memasang semprotan pengharum ruangan otomatis di ruang tertutup akan membuat ular menjadi tidak nyaman. Mereka akan mencari udara segar agar daya penciumannya tidak terganggu,” kata Aji.

Masyarakat juga diminta untuk waspada saat mengecek lingkungan rumah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular, antara lain plafon atap, belakang lemari, bawah tempat tidur, dan pintu akses masuk rumah. Sebaiknya warga mengenakan alas kaki untuk mencegah hal buruk terjadi, misalnya tidak sengaja menginjak ular. (bpro)