Tahun Kerbau Logam, Harapan Jangan Padam

bantenpro.id, Tangerang – Berjuta harapan digaungkan pada perayaan Imlek kali ini. Mulai dari selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk melewati pandemi Covid-19, hingga berharap selalu dilimpahi rezeki, kegembiraan dan sukacita.

Seperti disampaikan Jamilah, warga Kota Tangerang yang ditemui bantenpro.id di dekat Vihara Boen Tek Bio kawasan Pasar Lama, Jumat (12/02/2021).

“Semoga pandemi Covid ini segera berlalu agar semua kembali normal,” harapnya.

Jamilah berprofesi sebagai pedagang di Pasar Lama Kota Tangerang. Ketika Imlek, dia juga berdagang aksesori dan pernik-pernik Imlek. Sepinya pengunjung Vihara Boen Tek Bio saat Imlek karena pandemi Covid-19 ini juga berimbas menurunnya omzet Jamilah.

“Yah penurunan omzetnya sampai 70 persen dibanding Imlek tahun lalu,” ujarnya.

Seorang warga keturunan Tionghoa, Acong, mengatakan, meskipun harus merayakan pergantian tahun dengan cara sederhana, dia bersyukur masih diberi kesempatan untuk dapat merayakan.

“Harapan paling utama selalu diberi kesehatan. Di tengah kondisi pandemi seperti ini bersyukur masih diberi kesempatan untuk dapat merayakan dengan cara sederhana,” jelasnya.

Pun dengan warga Kecamatan Sukasari, Kota Tangerang, Khauw Kwin Nio. Dia mengaku berdoa di Tahun Baru Imlek agar selalu dilimpahi rezeki dan pandemi Covid-19 cepat berakhir. Sehingga dirinya bisa kembali berdagang dengan normal.

“Mudah-mudahan Covid cepat habis, cepat lenyap. Jadi normal lagi. Karena saya juga berdagang,” kata Khauw.

Sementara, Kepala Rumah Tangga Vihara Boen Hay Bio Kota Tangerang Selatan Angki, seperti diberitakan Pikiran Rakyat Media Network, berharap keselamatan dan kesehatan seluruh umat, pada perayaan Tahun Baru Imlek kali ini.

“Kami berharap semoga pandemi cepat selesai, dan seluruh umat manusia mendapat kelancaran serta kemakmuran,” kata Angki.

Menurut Angki, tahun Kerbau Logam yang jatuh pada 12 Februari ini, kerja keras menjadi kunci utama dalam menjalani sepanjang tahun 2021.

“Ini kan tahun Kerbau Logam ya mas. Kerbau itu kan lambang kerja keras. Apalagi unsurnya logam, keras. Kita harus lebih keras lagi, dalam berusaha, dalam berdoa. Ya, harapan kita semua, jangan sampai padam, semoga semua dapat segera selesai, terlebih pandemi Covid-19 ini,” kata Angki.

Angki menjelaskan, pada perayaan tahun baru berlambang atau sio Kerbau Logam ini, Vihara Boen Hay Bio tidak mengadakan pesta. Hanya kegiatan sembahyang saja yang diadakan.

Menurutnya, vihara yang sudah berumur 327 tahun ini pada tahun-tahun sebelumnya selalu membagi-bagikan sembako kepada orang yang membutuhkan. Selain itu juga menggelar pesta yang diramaikan dengan atraksi barongsai, lenong, dan juga gambang.

Pantauan bantenpro.id Jumat (12/02/2021), hal yang sama juga terlihat di Vihara Lung Shan Bio, Desa Kedaung Barat, Kabupaten Tangerang yang tidak mengadakan kegiatan pertunjukan barongsai atau pun kesenian lannya.

Seorang anggota keluarga pengurus vihara, Iin, mengatakan pertunjukan ditiadakan karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Tetapi 5 hari sebelum pergantian tahun, vihara melakukan kegiatan membagikan sembako kepada masyarakat sekitar.

“Pada hari Minggu kemarin kita membagi-bagikan 200 paket sembako ke masyarakat sekitar dan itu memang sudah rutin dilakukan tiap tahunnya,” ujar Iin kepada bantenpro.id. (mst/bpro)