Banjir Surut, Saatnya Bersih-Bersih dan Perbaiki Kerusakan

bantenpro.id, Tangerang – Banjir di Kota Tangerang sudah mulai surut. Di beberapa lokasi, bahkan sudah kering. Termasuk beberapa komplek perumahan di Kecamatan Periuk.

Banjir yang merendam selama lima hari itu menyisakan sampah di mana-mana dan rusaknya sejumlah infrastruktur. Komplek perumahan di Kecamatan Periuk yang sudah mulai mengering dari banjir salah satunya adalah Perumahan Periuk Damai.

Hanya saja, pagi tadi masih terlihat lumpur dan sampah yang berserakan di mana-mana, masih mengotori jalan-jalan.

Kepala Bidang Tata Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Mursiman mengatakan, banjir di Perumahan Periuk Damai mulai surut sejak Rabu (24/02/2021) malam.

“Informasi dari pengurus wilayah yang saya terima tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dan saya cek tadi siang memang sudah kering,” kata Mursiman kepada bantenpro.id, Kamis (25/02/2021).

Mursiman mengatakan, Dinas PUPR telah menginventarisir infrastruktur yang rusak akibat banjir dan bergerak cepat meakukan perbaikan. Kemudian untuk bersih-bersih lingkungan, Dinas PUPR dibantu Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

“Dari kemarin sudah mulai aktivitas bersih-bersihnya,” kata Mursiman.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Damkar Periuk Syahrial menjelaskan, pihaknya hari ini membantu melakukan kegiatan bersih-bersih lumpur dengan penyemprotan air. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengangkutan sampah petugas Dinas Lingkungan Hidup.

“Surutnya genangan air tidak serentak di semua titik lokasi. Satu titik surut temen-temen dari Dinas Lingkungan Hidup langsung angkut sampah dan kami dari Damkar melanjutkannya dengan penyemprotan sisa-sisa lumpur. Kami tidak tunda-tunda untuk penyemprotan ini, karena khawatir akan menimbulkan bau tidak sedap, bahkan bisa jadi sumber penyakit,” kata Syahrial saat ditemui bantenpro.id di Perumahan Total Persada Raya, Kamis (25/02/2021).

Penyemprotan dilakukan kepada fasilitas umum seperti jalan lingkungan, masjid, musala, Posyandu, balai warga termasuk sekolah-sekolah.

“Sementara untuk rumah tinggal dilakukan oleh warga secara mandiri, kami hanya membantu jika dibutuhkan, intinya kami semua dengan warga bekerjasama saling membantu,” ujarnya..

Banjir turut berdampak pada rusaknya jalan di beberapa ruas. Dinas PUPR Kota Tangerang telah melakukan pengecekan kelayakan jalan di 116 titik banjir dan genangan yang terjadi. Diantaranya, 50 titik wilayah timur, 33 wilayah tengah dan 33 jalan wilayah barat.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kota Tangerang Shandy Sulaiman mengatakan, semua jalan rusak akan diperbaiki secara bertahap. Prioritas perbaikan jalan pun tergantung tingkat kerusakan dan angka potensi kecelakaan di lokasi kerusakan.

“Setelah pendataan selesai, kami akan persiapkan tim dan material. Kalau hanya lubang dilakukan penambalan, tapi kalau rusak akan dilakukan penanganan secara bertahap. Melakukan peninggian dengan agregat dahulu yang nantinya akan dibeton. Tapi, banyak yang terdata adalah jalan perumahan yang membutuhkan perbaikan konblok sementara,” papar Shandy dikutip bantenpro.id dari siaran pers Pemkot Tangerang, Kamis (25/02/2021).

Sementara itu, selain perbaikan jalan rusak pascabanjir, Dinas PUPR juga memulai perbaikan jalan rusak akibat pembangunan proyek strategis nasional. Ruas jalan yang diperbaiki, diantaranya Jalan Juanda, Jalan Pembangunan 3, Jalan Lio Baru, dan Jalan Suryadharma.

Bersamaan dengan itu beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dan akan segera diperbaiki adalah Jalan Suryadharma dan Jalan Imam Bonjol – Lingkar Palem Semi.

“Perbaikan jalan akan dimulai 28 Februari sebagai kado HUT Kota dan masyarakat. PUPR targetkan Mei mendatang seluruh ruas jalan dalam penanganan Pemkot akan selesai,” ujar Shandy. (mst/bpro)