Dosen Teknik Unpam Jadi Ketua Parfi Banten

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang  – Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) kini punya kepengurusan di Provinsi Banten. Thohirudin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Parfi Banten dalam sebuah rapat terbatas di Kota Tangerang, Rabu (03/03/20201).

Thohirudin berlatar belakang akademisi dengan gelar sarjana teknik, magister manajemen. Dia adalah dosen teknik mesin di Universitas Pamulang (Unpam).

“Terima kasih kepada teman-teman semua yang memercayakan saya jadi ketua. Saya tidak menyangka hari ini saya ditunjuk sebagai Ketua PD Parfi Banten,” ujarnya.

Thohirudin berharap, Parfi Banten dapat bersinergi dengan masyarakat dan instansi pemerintah. Selain itu, dia bertekad untuk lebih mengembangkan lagi dunia perfilman di Banten.

“Ke depan, dengan adanya Parfi Banten insyaallah saya akan lebih giat mencari dan mengembangkan insan perfilman, serta menggelar berbagai macam event,” katanya.

Pemilihan Thohirudin sebagai ketua dihadiri perwakilan Pengurus Besar (PB) Parfi Pusat Mohan Mehra. Mohan  mengucap syukur atas terbentuknya kepengurusan yang ada di Provinsi Banten.

“Parfi yang nantinya dinahkodai oleh Thohirudin dan Abdurahman selaku sekretaris, serta beberapa pengurus lainnya, ini diharapkan segera dilantik dalam waktu dekat,” kata Mohan.

Usai menghadiri rapat kepengurusan, Thohirudin dan timnya menyambangi Kampus Universitas Syech Yusuf Tangerang (Unis) menemui Kepala Program Studi Manajemen Masruri . Kedatangannya untuk menunjuk Masruri sebagai Ketua Bidang Pendidikan PD Parfi Provinsi Banten. Masruri pun dengan senang hati menerima.

“Saya akan support PD Parfi Provinsi Banten yang dipimpin sahabat saya Thohirudin,” kata Masruri saat ditemui di ruang kerjanya.

Thohirudin selanjutnya akan melengkapi kepengurusan masa bakti 2021-2026 yang akan diajukan ke PB Parfi untuk mendapatkan surat keputusan dan pelantikan.

Sebagai informasi, Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) adalah sebuah organisasi yang menjadi wadah para pekerja seni untuk meningkatkan potensi mereka di dunia perfilman. Organisasi ini didirikan pada Maret 1956. Para tokohnya yang mendirikan pada saat itu adalah Usmar Ismail dan Djamaludin Malik.

Keinginan para artis untuk membentuk organisasi profesi sudah ada sejak tahun 1940, saat dibentuk Sari (Sarikat Artist Indonesia). Mereka yang menjadi anggota Sari adalah pemain sandiwara, penari, sutradara, penyanyi hingga pelukis.

Pada tahun 1951, lahir Persafi (Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia). Ini adalah wadah lanjutan dari Sari, meski selanjutnya terjadi pula kemandulan, sebelum kemudian lahirlah Parfi pada tahun 1956. Kongres Pertama embrio Parfi diadakan di Manggarai pada tahun 1953. (mst/bpro)




Tinggalkan Balasan