1 Tahun Merindukan Hiruk-pikuk dan Kemeriahan Panggung

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang – Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret. Tahun ini, peringatan Hari Musik Nasional berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Bila pegiat dan pekerja musik biasanya merayakan hari musik dengan suka cita, tahun ini mereka merenungi aktivitas musik di satu tahun pandemi. Mereka merindukan meriahnya panggung pertunjukan musik dan hiruk-pikuk penonton.

Bagi sebagian pekerja musik, bermain musik di tengah pandemi Covid-19 sangatlah sulit.

“Sangat sulit, ya karena penyanyi maupun pemain musik pasti membutuhkan penonton agar performa band-nya makin maksimal. Apalagi untuk penyanyi, di masa sebelum pandemi, penyanyi kafe biasanya berinteraksi dengan pengunjung, bahkan sampai ada yang ikutan joget,” kata Andrian Mariadi, salah seorang penyanyi kafe di Tangerang kepada bantenpro.id, Selasa (09/03/2021).

Menurut Mariadi, hiruk pikuk penonton dan tepuk tangan pengunjung kafe sudah lagi tak terdengar saat situasi pandemi. Sebab sebagian kafe maupun restoran tutup dan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan.

Mariadi mengatakan, karena situasi pandemi seperti ini ada beberapa rekan seprofesinya terpaksa menjual peralatan musiknya untuk menyambung hidup. Bahkan ada yang beralih profesi.

“Beberapa teman saya pemain musik ada yang sampai menjual alat musik kesayangannya demi mencukupi kehidupan sehari-harinya. Ada juga beralih profesi menjadi driver ojek online,” ujarnya.

Mariadi berharap pandemi ini segera berakhir agar seluruh sendi-sendi perekonomian masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Sementara pegiat musik lainnya, Teddy Kennedy, punya pandangan berbeda. Pria asal Tangerang yang jago bermain gitar ini mengatakan pegiat musik tetap berkarya di tengah pandemi.

“Kita masih bisa berkarya tanpa harus bertemu. Sekarang banyak yang bikin video bermusik tapi masing-masing personel bikin videonya di rumah masing-masing,” ucap Teddy, yang menjadi personel band beraliran punk, Troubleshit.

Teddy juga berharap pandemi segera berakhir agar konser musik bisa digelar kembali. Kenangan yang diingat setahun lalu, Jakarta International Java Jazz Festival 2020 yang berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020 menjadi festival musik berskala besar terakhir yang diadakan. Selebihnya, sejumlah festival yang telah dijadwal harus mundur atau batal sama sekali.

“Semoga pandemi ini berakhir secepatnya karena kita semua merindukan meriahnya konser musik,” kata Teddy.

Peringatan Hari Musik Nasional 9 Maret ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013. Tanggal 9 Maret dipilih sebagai Hari Musik Nasional karena bertepatan dengan hari kelahiran pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada para pemusik Indonesia melalui akun Twitter milik pribadinya @jokowi, Selasa (09/03/2021)

“Tak ada pertunjukan, tur, sampai festival musik dalam satu tahun ini. Tapi saya tahu, pemusik-pemusik Indonesia tak mudah patah semangat,” ucapnya.

Ia mengatakan di masa pandemi ini, platform digital dapat dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk berkarya maupun menikmati karya.

“Kolaborasi dengan platform digital mereka jadikan sarana untuk menjangkau para penikmat musik dan sebagai ruang baru untuk berkarya,” katanya. (mst/bpro)




Tinggalkan Balasan