Waspadai Terima Hadiah dari Si Koruptor!

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang – Masyarakat diminta untuk lebih waspada mengantisipasi tindak pidana korupsi yang kini sudah berkembang ke arah pencucian uang.

Dikutip dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), siapapun yang menerima aliran dana dari hasil kejahatan korupsi bisa dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hasil kejahatan ini tidak mengenal pihak siapa saja. Bukan hanya pelaku aktif, tapi juga si penerima atau pelaku pasif, bisa dijerat.

“Di Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, baik pelaku aktif, fasilitator, hingga pelaku pasif bisa kena. Masyarakat sebaiknya mewaspadai hal ini,” ujar mantan Wakil Ketua PPATK Agus Santoso dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Agus mengatakan hal tersebut diatur dalam pasal 5 Undang-undang TPPU Nomor 8 Tahun 2010. Di dalam pasal itu, orang yang menggunakan barang atau harta hasil tindak pidana korupsi bisa dipidanakan.

Untuk itu, Agus meminta masyarakat untuk tidak mudah menerima pemberian hadiah baik berupa uang atau pun barang dari orang yang tidak diketahui sumber pendapatannya. Jika salah langkah, penerima hadiah itu bisa jadi ikut dijerat dalam tindak pidana pencucian uang.

Berikut oknum bisa terjerat TPPU serta pidana penjara dan denda:

  1. Pelaku aktif, setiap orang yang menempatkan, menitipkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, membawa ke luar negeri, menukar mata uang atau surat berharga, sesuai pasal 3 UU TPPU maka akan dipidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.
  2. Pihak yang menyamarkan asal-usul, sumber dan lokasi, peruntukan, pengalihan hak-hak atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan akan dikenakan pidana paling lama 20 tahun penjara. Denda paling banyak Rp5 miliar.
  3. Bukan pelaku namun menikmati hasil kejahatan dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun serta denda paling banyak Rp1 miliar
  4. Bulan pelaku namun menguasai harta kekayaan atau aset hasil kejahatan dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun serta denda paling banyak Rp1 miliar.

(bpro)




Tinggalkan Balasan