Prostitusi di Hotel Kota Tangerang: Dipacari Dahulu, Dijajakan Kemudian

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang– Polisi menemukan 30 kamar terisi anak-anak di bawah umur dan pria hidung belang dari hasil penggerebekan Hotel Alona di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

“Ada 30 kamar penuh dengan anak-anak dan dewasa. Bahkan dia (Alona) mengharapkan pelaku dan korban tak usah cepat-cepat meninggalkan hotel. Jumlah tamunya mereka pertahankan,” tutur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus dikutip bantenpro.id dari CNN Indonesia, Jumat (19/03/2021).

Anak-anak di bawah umur itu diduga menjadi korban karena semula tak berniat untuk menjadi pekerja seks komersial. Modus dugaan prostitusi di hotel milik artis Cynthiara Alona terhadap para korban  ini dilakukan dengan cara dipacari hingga ditawari pekerjaan oleh muncikari.

“Cara merekrutnya ada yang dipacari, ada yang ditawari ‘kerjaan’ sehingga korban di bawah umur ini mau melakukan,” kata Yusri.

Oleh muncikari, anak di bawah umur ini kemudian ‘dijajakan’ kepada para pria hidung belang di media sosial lewat aplikasi Michat.

“Dengan menggunakan satu medsos, Michat menawarkan kepada para hidung belang. Ada jokinya, ada yang mengantarkan, ada muncikari,” tutur Yusri.

Prostitusi ini diketahui telah berlangsung selama tiga bulan. Tarif yang dipatok mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1 juta.

“Dari sana dibagi-bagi, ada yang Rp50 ribu, Rp100 ribu, hotelnya berapa, sampai korban nerima berapa,” ucap Yusri.

Yusri mengatakan, untuk tetap mempertahankan penghuni di hotelnya, Alona memang tak meminta tamunya untuk menyerahkan kartu identitas berupa KTP. Diketahui, setiap tamu hotel biasanya diwajibkan untuk menunjukkan KTP saat proses check in.

Berdasarkan pengakuan Alona, lanjut Yusri, lokasi itu dulunya merupakan kos-kosan sebelum menjadi hotel. “Hotel bintang 2, dulunya pengakuan tersangka tempat kos-kosan diubah jadi hotel,” ucap Yusri.

Hingga saat ini, Yusri mengatakan, penyidik belum menemukan indikasi jaringan prostitusi artis di kasus Alona. Dugaan prostitusi Alona, menurutnya, murni untuk menutup biaya operasional hotel.

“Sampai saat ini tidak ada hubungannya, pure dia berbisnis harapannya hunian hotelnya penuh terus, motifnya ekonomi. Sehingga bagaimana bisa roda ekonomi hotelnya tetap berjalan, jadi enggak ada kaitannya dengan dunia keartisan,” tutur Yusri.

Dalam kasus prostitusi online ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Termasuk Alona selaku pemilik hotel. Sedangka dua tersangka lainnya yakni DA selaku muncikari dan AA selaku pengelola hotel.

Ketiganya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tengang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Polisi sebelumnya telah menetapkan artis Cynthiara Alona sebagai tersangka dalam kasus prostitusi ini. Ia menjadi tersangka dengan peran sebagai pemilik hotel dan mengetahui ada prostitusi di sana. Kepada penyidik, Alona mengaku hal itu dilakukan untuk menutup biaya operasional hotel di masa pandemi Covid-19. (bpro)

 

Sumber: CNN Indonesia




Tinggalkan Balasan