Polisi Incar Mafia Tanah di Banten, 324 AJB Disinyalir Bodong

bantenpro.id

bantenpro.id, Serang – Penyidik Polda Banten terus mengembangkan kasus tertangkapnya sindikat mafia tanah di Banten. Setelah menangkap empat tersangka terkait penerbitan girik palsu, polisi kini tengah menyelidiki ratusan Akta Jual Beli (AJB) bodong.

Kepala Polda Banten Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan,  setelah timnya menangkap sindikat pemalsu girik dengan tersangka MR, CS, AD dan S di Serang, saat ini timnya sedang bergerak menyelidiki mafia tanah dengan modus serupa.

Kali ini, ada penyelidikan yang difokuskan pada upaya pemalsuan ratusan AJB yang tersebar di kawasan Banten. Hal ini ia sampaikan begitu kedatangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil untuk mengecek kasus mafia pemalsu girik.

“Saya sudah dapat laporan bahwa sudah ada penyelidikan 324 AJB palsu, ini akan kita dalami nanti hasilnya akan kami sampaikan dalam rilis resmi Satgas Mafia Tanah,” kata Rudy seperti dikutip bantenpro.id dari laman tribratanews.polri.go.id, Minggu (28/03/2021).

Rudy mengungkapkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru pada perkara pemalsuan girik. Polisi tidak pandang bulu jika ada ada oknum dari Badan Pertanahan Nasional atau BPN yang terlihat.

“Komitmen Pak Menteri sudah jelas apabila ada pegawai BPN yang terlibat, saya sudah diperintah melakukan tindakan tegas. Jadi nggak perlu khawatir, kalau salah kita proses,” ujarnya.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil langsung mengecek soal adanya informasi sindikat pemalsu girik di Banten. Ia merasa kaget dengan apalagi setelah melihat tumpukan dokumen dan girik palsu.

“Rapi sekali, jadi dari modal 12 juta rupiah bisa mendapatkan girik ini,” kata Sofyan.

Sofyan diperlihatkan dan diberi penjelasan oleh Satgas Mafia Tanah dan Polda Banten mengenai pemalsuan girik itu. Ada empat tersangka yang salah satunya pensiunan honorer Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Serang.

“Saya datang memberi apresiasi tim di Banten yang telah membongkar pelaku penipuan atau pemalsuan girik. Ini adalah persoalan tanah salah satunya girik palsu,” ujar Sofyan. (bpro)

 

Sumber: polri.go.id




Tinggalkan Balasan