Terbongkar Lagi Filler Payudara Abal-abal, Tersangka Ditangkap di Tangsel

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang – Dugaan malapraktik filler payudara kembali memakan korban. Korbannya kali ini 2 orang model.

Dua model tersebut melapor ke Polres Jakarta Barat (Jakbar) beberapa waktu lalu usai menjalani filler payudara. Payudara korban mengeluarkan nanah hingga harus menjalani operasi.

“Sudah ada dua korban yang melaporkan, TCS dan W. Saat ini yang bersangkutan mengaku sebagai model,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakbar Ajun Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi dikutip dari detikcom, Rabu (07/04/2021).

Berdasarkan keterangan korban, mereka mengenal pelaku dugaan malapraktik dari mulut ke mulut. Indikasi awal korbannya lebih dari dua orang.

“Kenalnya dari promosi mulut ke mulut, tapi kayaknya banyak banget korbannya,” ujar Arsya.

“Korbannya kayaknya banyak, cuma pada malu untuk melapor,” imbuhnya.

Ada kemungkinan efek yang diderita korban berbeda-beda. Untuk korban yang melapor ke Polres Jakbar, payudaranya mengeluarkan nanah.

“Mungkin tiap orang berikan efek berbeda, tapi korban ini cukup parah karena suntikannya keluarkan nanah sehingga harus operasi untuk perbaikan, correction surgery,” ungkap Arsya.

Usai mendapatkan laporan, polisi langsung mengejar pelaku. Kegigihan polisi pun membuahkan hasil, dan pelaku berhasil diringkus.

“Benar kami baru saja menangkap pelaku penyuntik filler di Pondok Pucung, Tangsel (Tangerang Selatan),” terang Arsya.

Pelaku diketahui berinisial SR. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kepala Unit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri.

Ternyata, pelaku sama sekali tidak memiliki latar belakang sebagai dokter. Yang bikin mengagetkan, pelaku merupakan sarjana di bidang pertanian.

“Yang bersangkutan (SR) adalah sarjana pertanian. Jadi tidak ada kaitannya latar belakang yang bersangkutan terkait masalah medis atau kedokteran,” tutur Kapolres Jakbar Kombes Ady Wibowo.

Pelaku mempromosikan filler payudara melalui Instagram. Tarifnya mencapai jutaan rupiah.

“Yang bersangkutan juga dalam akun Instagram Beauty Sexi Store memasang iklan dan menawarkan melakukan filler payudara dengan tarif sekitar Rp 5 juta untuk filler sebanyak 500 cc dan Rp 3 juta untuk filler sebanyak 250 cc,” ujar Ady.

Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil meringkus penjual cairan silikon dalam kasus filler payudara abal-abal di Jakbar ini. (bpro)

 

Sumber: detikcom




Tinggalkan Balasan