Ketahuan Mudik Tanpa Persyaratan, ASN Pemkot Tangerang Bakal Disanksi

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang – Peringatan untuk para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengancam akan memberikan sanksi bagi ASN yang nekat mudik Lebaran pada Idul Fitri 2021 mendatang.

Sanksi yang akan diberikan Pemerintah Kota Tangerang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) tentang Disiplin Pegawai.

“Kalau ada ASN yang (mudik) tanpa persyaratan, pastinya akan diberikan sanksi,” ujar Arief R Wismansyah, seperti disiarkan RRI, Sabtu (10/04/2021).

Arief mengatakan, sanksi akan diberikan sesuai jenis pelanggarannya, mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat. “Di peraturan kepegawaian sudah jelas. Di PP tentang Kepegawaian,” katanya.

Menurut Arief, ia yakin para ASN mampu mematuhi peraturan ada, termasuk aturan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait larangan mudik lebaran.

Dia berharap ASN bisa menjadi bagian untuk memutus dan mencegah mata rantai penularan Covid-19.

“Saya berharap teman-teman ASN juga disiplin. Kita sama-sama menjadi bagian untuk memutus dan mencegah pemaparan Covid-19,” jelasnya.

Larangan mudik bagi ASN telah resmi diterbitkan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Nomor 8 tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi Covid-19. Regulasi tersebut diteken Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo pada 7 April 2021

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim juga sudah menyampaikan akan memberikan sanksi bagi ASN yang mudik.

“TNI-Polri nggak boleh mudik, pegawai negeri jelas dilarang, tidak boleh mudik, perintah itu mah,” kata Gubernur Wahidin Halim kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Senin (05/04/2021).

Jika ada ASN yang memaksakan diri pada hari ditetapkannya larangan mudik, maka ada sanksi berat. Bahkan, bisa saja diturunkan pangkatnya. Masyarakat bahkan diminta melaporkan ke provinsi jika ada ASN yang dikenal dan malah mudik.

“Nanti kita lihat, kalau saya nanti saya akan turunin pangkat, laporin aja,” tegasnya. (bpro)




Tinggalkan Balasan