Ngabuburit dan Tafakur Virtual, Panggung Seniman di Tengah Pandemi

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menggelar pertunjukan seni dengan nama ‘Ngabuburit dan Tafakur’. Kegiatan dilaksanakan di Taman Edukasi K.A.I RW 007 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (30/04/2021).

Pertunjukan kesenian ini disiarkan secara virtual melalui akun official instagram Bidang Budaya, @budaya.kotatangerang. Penampilan kesenian musik yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @budaya.kotatangerang tersebut berlangsung selama 75 menit.

Pertunjukan digelar dalam rangka peringatan hari ke-17 Ramadan atau disebut Nuzulul Quran. Acara ngabuburit ini dimeriahkan penampilan musik religi yang dibawakan oleh Samsaka Band.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Tangerang Sumangku Getar mengatakan, tujuan digelarnya pertunjukan ini di antaranya untuk mengobati kesedihan masyarakat yang sudah hampir satu tahun hidup di tengah pandemi Covid-19.

“Ini merupakan agenda rutin Disbudpar Kota Tangerang selama pandemi berlangsung sejak 1 tahun terakhir. Pertunjukan ini juga salah satu inovasi di bidang budaya dan langkah agar dunia kesenian dan kebudayaan tidak larut di dalam kesedihan. Maka dari itu saya giring teman-teman seniman untuk bersama-sama bertanggung jawab menjaga ruang-ruang bermain kita sehingga kesedihan berubah menjadi kekuatan bersama,” ujar Sumangku kepada bantenpro.id.

Mantan Lurah Sumur Pacing ini menambahkan, seni telah menjadi kebutuhan jiwa seseorang untuk membangun mental, iman serta pengetahuan.

“Buat saya selain pondasi agama, kesenian menjadi kebutuhan kedua. Kesenian mengawal di tengah kerusakan-kerusakan seperti ekonomi, terganggunya jiwa keimanan karena ketidakpahaman, hingga gampang terpecah belahnya masyarakat. Saya ingin seni menjadi unsur yang terlibat dalam menyadarkan masyarakat dalam berkehidupan dan berbangsa,” tuturnya.

Sumangku juga mengungkapkan bahwa pegelaran kesenian yang disaksikan secara virtual ini menjadi sebuah inovasi baru sekaligus tantangan untuk adaptasi pada perkembangan zaman.

“Karena ini dilaksanakan secara virtual dan ini menjadi tantangan buat saya dan masyarakat untuk adaptasi terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Sumangku berpesan kepada para pegiat seni untuk menciptakan karya yang dapat membawa kebahagiaan. Bukan membangun perpecahan-perpecahan.

“Satu yang paling mendasar, jangan malu berkaca, bukan hanya berkarya. Menjadi sahabat bukan penjahat dan bersiasat. Berkesenian jadikan sebagai amalan untuk keselamatan perjalanan kita di dunia dan akhirat. Kalau berbuat baik dapat membawa kebahagiaan, kenapa harus membangun perpecahan-perpecahan,”ujarnya.

Pertunjukan kesenian ini disiarkan secara virtual melalui akun official instagram Bidang Budaya, @budaya.kotatangerang

Pegiat seni yang tampil pada acara ini, Samsaka, mengatakan, acara kesenian yang saat ini diadakan oleh Disbudpar Kota Tangerang merupakan kegiatan yang dapat membantu para pegiat seni untuk mendapatkan ruang untuk menampilkan karya-karyanya.

”Untuk para pegiat seni yang pada masa sekarang ini sedang tidak ada panggung acara, ini sangat baik. Acara yang dibuat oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Disbudpar ini sangat mendukung. Kalau bisa acara seperti ini bisa diadakan di titik-titik yang lain agar teman-teman seniman yang lain bisa terus berkarya dan berkegiatan,” ujarnya.

Samsaka berharap kegiatan ini dapat menciptakan bibit-bibit anak bangsa untuk tertarik untuk berkarya seni.

“Harapannya bisa melahirkan kantong-kantong baru yang bisa berkebudayaan dan berkesenian, karena Kota Tangerang ini luarnya sempit tetapi dalamnya luas. Mudah-mudahan nanti masa pandemi ini selesai maka tunas-tunas itu bisa tumbuh berkembang,” katanya. (mst/bpro)




Tinggalkan Balasan