Sanksi Diperpanjang hingga 24 Mei, Polda Banten Putar Balik 863 Kendaraan

bantenpro.id

bantenpro.id, Serang – Larangan aktivitas mudik dan sanksi putar balik diperpanjang hingga 24 Mei 2021. Perpanjangan sanksi putar balik ini disampaikan Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan.

Dilansir bantenpro.id dari Tribrata News, Jumat (14/05/2021), perpanjangan larangan mudik ini dilaksanakan dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) usai pelaksanaan Operasi Ketupat 2021.

“Operasi Ketupat selesai 17 Mei 2021. Dilanjutkan KRYD sampai tanggal 24 Mei 2021,” kata Rudi.

Oleh karena itu, kendaraan pemudik yang melintas di posko penyekatan akan dikenakan sanksi putar balik hingga 24 Mei 2021.

“Kendaraan pemudik yang melintas di posko penyekatan akan dikenakan sanksi putar balik hingga 24 Mei 2021,” ucapnya.

Sementara, hingga hari ketujuh Operasi Ketupat Maung 2021, Polda Banten telah menindak 863 unit kendaraan dengan menyuruh pemudik yang bandel untuk putar balik kembali ke daerah asal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Edy Sumardi mengatakan, 863 unit kendaraan itu antara lain 508 kendaraan roda dua, 344 unit kendaraan roda empat, 11 unit kendaraan bus/travel.

“Adapun jumlah kendaraan yang di putar balikkan selama 1×24 jam pada hari ketujuh Operasi Ketupat Maung  2021 ialah roda 2 sebanyak 508 kendaraan, roda 4 sebanyak 344 kendaraan, bus/travel 11 kendaraan, dan truk,” kata Edy.

Edy menjelaskan selain memutar-balikkan kendaraan, Satuan Tugas Pengamanan Operasi Ketupat Maung 2021 Polda Banten dan Jajaran Polres turut membagikan 2.063 masker kepada para pengguna jalan dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Edy turut mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran lantaran situasi pandemi Covid-19 masih tinggi.

“Untuk itu, kami tidak pernah bosan untuk mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan mudik lebaran. Lebih baik silaturahmi menggunakan teknologi saja. Semua itu kita lakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya. (bpro)

 




Tinggalkan Balasan