Menyesal setelah Ditangkap Gegara Viral Marahi Polisi di Pos Sekat

bantenpro.id

bantenpro.id, Cilegon – Seorang wanita mamaki-maki polisi karena tak diterima diputar balik ketika hendak ke Anyer. Video wanita memarahi petugas itu beredar di media sosial. Wanita itu pun akhirnya ditangkap polisi.

Dalam video yang beredar di media sosial, wanita bernama Gustuti Rohmawati itu awalnya terlihat duduk di samping kursi pengemudi. Dia bahkan sempat ke luar mobil untuk memaki petugas.

Tak hanya memaki, Gustuti itu turut memukul mobil yang ditumpanginya. Dia diketahui hendak pergi ke Anyer, Kabupaten Serang.

“Balagu amat sararia, (belagu amat kalian),” ujar Gustuti itu kepada petugas.

Seorang petugas wanita mencoba menenangkan Gustuti namun tak digubris. Di sela-sela omelannya, petugas mengomentari Gustuti yang tak mengenakan masker.

“Nggak pake masker lagi ya Allah, nggak sopan,” kata seorang petugas.

“Aing teu boga masker (Saya tidak punya masker) makanya jangan ela-elu ngebentak,” jawab wanita tersebut.

Petugas lantas menjawab pihaknya memberikan teguran dengan cara baik-baik dalam menjalankan tugasnya.

“Kita kan baik-baik, ada sopan santunnya, Mbak,” ujarnya.

Tak berlangsung lama, video kemarahan Gustuti menyebar di media sosial. Kasus ini pun menjadi perhatian polisi. Polisi langsung mengidentifikasi Gustuti. Saat itu Gustuti akan langsung diamankan.

Kepala Polres Cilegon Ajun Komisaris Besar Sigit Haryono  mengatakan petugas langsung bergerak setelah video itu viral. “Saya arahkan untuk Satreskrim dipimpin oleh AKP Arief Nazarudin menelusuri posisi yang bersangkutan, untuk dimintai keterangan,” katanya.

Gustuti akhirnya ditangkap pada Minggu (16/05/2021) malam. Dia ditangkap bersama seorang pengemudi laki-laki di Carita, Pandeglang.

“Sehingga tentunya kami minta keterangan pada petugas ada empat petugas yang dimintai keterangan termasuk pengemudi kendaraan Vios tersebut kemudian seorang wanita yang ternyata setelah kami periksa diketahui adalah seorang istri daripada pengemudi,” kata Sigit.

Gustuti kemudian menyadari perbuatannya salah. Dia mengaku menyesal dan meminta maaf. “Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada para petugas Dishub dan petugas kesehatan Kota Cilegon yang berjaga pada pos penyekatan di jalur menuju Anyer, khususnya kepada pihak kepolisian dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Gustuti di Markas Polres Cilegon, Senin (17/06/2021).

Gustuti meminta maaf atas perbuatannya saat diminta putar balik karena tak diizinkan melintas ke jalur wisata Anyer. Dia mengakui pada saat itu emosi hingga memaki petugas.

“Saya sangat minta maaf atas sikap dan perilaku saya yang pada saat itu meluap dan emosi karena diminta untuk putar balik,” kata Gustuti.

Alasan Gustuti Emosi dan Maki Petugas

Gustuti awalnya berangkat dari rumahnya di Serang hendak ke Carita, Pandeglang. Dari Serang, dia bersama suaminya mengambil jalur alternatif ke Jalan Palima-Cinangka. Namun di jalan tersebut, dia disekat dan diminta berputar balik oleh petugas.

Wanita tersebut kemudian kembali ke Serang dan mengarah ke Cilegon hendak melewati Anyer. Namun, di pos penyekatan JLS, dirinya terkena penyekatan dan diminta berputar balik.

“Awalnya disekat di daerah mau lewat Padarincang tersekat di sana, tersekat lagi karena situasi macet parah kemudian disekat masuk lagi lewat JLS kemudian di Pospam 5 Ciwandan disekat juga sehingga saat itu terjadi insiden yang kawan-kawan sendiri sudah lihat beberapa videonya,” kata Sigit.

Keterangan itu didapat setelah polisi menenangkan wanita tersebut bersama suaminya di Carita, Pandeglang. Polisi mengatakan keduanya hendak menuju Carita untuk menjenguk saudaranya yang sakit.

“Kami sudah mendapat keterangan bahwa suami istri ini tinggal di Serang akan berangkat menuju Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang,” ujarnya. (bpro)

 

Sumber: detikcom




Tinggalkan Balasan