WH: Kelebihan Pembayaran Masker Sedang Proses pengembalian

bantenpro.id

bantenpro.id, Serang – Kejaksaan Tinggi Banten sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan masker medis tahun anggaran 2020 senilai Rp3,3 miliar.

Menanggapi adanya dugaan korupsi tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, proyek pengadaan masker medis sudah menjadi tanggung jawab pihak ketiga atau swasta.

“Yang saya tahu, itu tanggung jawab pihak ketiga,” kata Wahidin dikutip bantenpro.id dari Kompas, Sabtu (29/95/2021).

Menurut Wahidin, saat ini Inspektorat Daerah sedang menangani kasus itu dan sedang proses pengembalian kelebihan pembayaran.

“Sedang ditangani Inspektorat, tinggal pengembaliannya,” ujar Wahidin.

Dari hasil penyidikan jaksa, ditemukan dugaan korupsi dengan mengubah rencana anggaran biaya yang semua Rp70 ribu per pcs masker menjadi Rp120 ribu per pcs masker. Melambungnya harga masker ini dinilai merugikan negara senilai Rp1,68 miliar dari pengadaan 15.000 pcs masker.

Adapun Pemprov Banten di awal pandemi Covid-19 mengalokasikan biaya belanja tak terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 45 miliar.

Dinas Kesehatan Banten menyiapkan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk penanganan Covid-19 di awal pandemi.

Anggaran tersebut bersumber dari BTT Rp10 miliar dan corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp8 miliar.

Anggaran BTT itu digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana penanganan Covid-19, seperti penambahan ruang isolasi di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, pengadaan sumber daya manusia untuk operasional ruang isolasi dan penyediaan epidemiolog.

Sedangkan dana dari CSR digunakan untuk pengadaan prasarana ruang isolasi rumah sakit rujukan. (bpro)




Tinggalkan Balasan