Sembunyikan Anak Gadis Orang Dalam Lemari, Pasutri Ditangkap

bantenpro.id

bantenpro.id, Tangerang – Pasangan suami istri di Kota Tangsel ditangkap polisi setelah dilaporkan menyekap anak gadis orang lain. Motif pelaku menyekap korban adalah menjadikannya sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan menjualnya ke pria hidung belang.

“Suaminya bagian nyari pembeli, nyari pengguna. Istrinya yang menyiapkannya,” kata Kepala Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Imanuddin Iman dikutip bantenpro.id dari detikcom, Selasa (02/06/2021).

Iman mengatakan pasangan suami istri itu disinyalir sudah beberapa kali menjual korban kepada pria hidung belang.

“Iya sudah beberapa kali, dua-tiga kali dijual sama itu,” ungkap Iman.

Lebih lanjut Iman menjelaskan pihaknya saat ini masih mendalami keterangan kedua pelaku. Keduanya akan dijerat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kita kenakan TPPO. Nanti kalau ada fakta hukum penganiayaannya kita ini, kita juncto-kan,” jelas Iman.

Sementara paman korban berinisial S (54) menjelaskan korban disekap sejak Sabtu (29/05/2021) lalu. Kasus ini terungkap setelah korban meminta tolong ke keluarga melalui ponsel seseorang.

“(Korban) kasih kabar lewat messenger, sama ponakan saya. Akhirnya dicari tahu alamatnya. Dikasih tahu di belakang BCA Ciputat,” kata S dikutip bantenpro.id dari detikcom, Selasa (01/06/2021).

Ayah korban bersama kakak ipar korban langsung mendatangi kamar kos yang ditempati pasangan suami istri tersebut. Saat didatangi, pelaku sempat membantah bahwa korban di kamar kosnya.

Namun kakak korban memaksa masuk setelah mendengar suara mirip korban di dalam kamar kos. Korban kemudian ditemukan di dalam lemari.

“Mulanya sempat bilang tidak ada A. Suaminya, E (kakak ipar korban), itu maksa, dengarnya ada suara, di dalam lemari. Ternyata ada di dalam lemari, diumpetin,” kata S.

Saat ditemukan, kondisi korban mengalami luka lebam di bagian wajah. Korban disebut-sebut dipukul dengan batu oleh pelaku.

“Udah bengep, disambit batu gitu untung kagak kenapa-kenapa. Takutnya patah (hidung),” tambah S.

Setelah itu, A dijemput dan dibawa pulang dari kamar kos tersebut. Pihak keluarga melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan korban telah menjalani visum. (bpro)




Tinggalkan Balasan